BANTEN — Format kuis berisiko tinggi "Stacks of Cash" resmi memasuki pasar internasional setelah Seven Network Australia menyusul CBS Amerika Serikat sebagai pembeli terbaru. CBS memesan 10 episode berdurasi satu jam dengan Mike O'Malley sebagai pembawa acara, sementara Seven memesan enam episode yang host-nya belum diumumkan. Fremantle selaku distributor global akan membawa format ini ke pasar Mipcom pekan depan.
Fremantle membawa "Stacks of Cash" ke Mipcom dengan deretan properti panggung raksasa berbentuk lingkaran, boneka beruang, dan topi tinggi yang menghiasi booth mereka mulai Senin mendatang. Format ini dikembangkan Eureka Studios bersama Seven Network (Operations) Limited, dengan Chris Culvenor, Paul Franklin, Rikkie Proost, Sonya Wilkes, David Tibballs, Ves D'Elia, dan Ed Egan sebagai produser eksekutif.
Aturan Permainan dan Tantangan Utama
Enam kontestan menjawab pertanyaan kuis untuk memenangkan bentuk-bentuk raksasa dengan nilai uang tercetak di permukaannya. Mereka menggunakan claw machine besar untuk menurunkan bentuk-bentuk itu secara hati-hati dan menyusunnya menjadi menara multi-bentuk.
Sistem eliminasi berlaku keras: jika menara runtuh, kontestan langsung tersingkir. Mereka tidak diberi tahu bentuk apa yang akan didapat dari lebih dari 30 pilihan yang tersedia. Variasi bentuk yang ekstrem, termasuk segitiga yang sulit diseimbangkan, membuat proses menyusun menara semakin berisiko.
Respons Pasar Eropa dan Model Produksi Bersama
"Stacks of Cash" memulai debut Eropa di TVI, salah satu jaringan komersial terbesar Portugal. Episode perdananya meraih peringkat slot primetime nomor satu di Portugal, sementara beberapa episode lain menjadi acara TVI nomor satu pada hari penayangannya.
Di tengah tekanan industri, Fremantle merespons dengan memproduksi ketiga format di satu hub produksi khusus yang sama di Portugal. Pembeli membawa host lokal, kontestan, dan kepribadian masing-masing untuk versi mereka, tetapi menggunakan set yang sudah dibangun.
Model hub produksi bersama ini sebelumnya juga dipakai untuk format Fremantle "Holey Moley" dan "The Tunnel". Pendekatan tersebut meningkatkan skala ekonomi sekaligus tetap memberikan skala pada gameshow dan pertukaran kreatif.
Konteks Pasar Periklanan Global
Langkah efisiensi ini muncul saat pengiklan di Amerika Serikat memangkas belanja "upfront" untuk televisi broadcast sekitar 5,3 persen, seperti dilaporkan Variety. Di pasar internasional, pendapatan iklan semester pertama turun 4 persen di jaringan broadcast Jerman RTL.
Pernyataan Produser dan Visi Format
"Semua orang pernah memainkan permainan menyusun di ponsel mereka. Kami menghadirkannya secara nyata dengan menara raksasa yang goyah dan menggabungkannya dengan kuis cepat," kata Chris Culvenor, Co-CEO Eureka Studios.
"Ini format primetime masif yang terlihat berbeda dari apa pun di televisi dan akan membuat seluruh keluarga ikut bermain. Kami senang CBS dan Seven mendukungnya, dan kami tidak sabar melihat format ini terus bertambah di seluruh dunia," tambahnya.
Ben Crompton, Head of Global Entertainment Fremantle, menyebut "Stacks of Cash" sebagai gameshow yang menegangkan dengan set piece besar dan identitas visual unik. "Dengan menggabungkan otak kreatif brilian di Eureka dengan jaringan global Fremantle, kami menciptakan model produksi yang dicari pembeli; memberikan skala sekaligus nilai," ujarnya.
Lineup Mipcom 2026 dan Ekspansi Format Lain
Format ini bergabung dengan lineup hiburan Mipcom 2026 Fremantle yang mencakup "The Tunnel", kuis visual karya Eureka yang menghasilkan peluncuran gameshow baru terbaik RTVE Spanyol pada 2026. Ada juga adaptasi party game "Hipster" yang kini dalam produksi di RTL Jerman, RTVE, Quebecor Content Kanada, RTL4 Belanda, dan Polandia.
Setelah beberapa musim di ABC Amerika Serikat dan Seven Australia, "Holey Moley" yang juga menggunakan hub produksi Portugal Fremantle kini berkembang dengan seri untuk ITV Inggris, Prime Video Jerman, dan TF1 Prancis.
Dengan tiga format berbagi satu hub produksi, Fremantle menempatkan efisiensi biaya sebagai daya tarik utama bagi pembeli di tengah melemahnya belanja iklan televisi global.