Pencarian

Film HASUT Tayang 8 Oktober, Horor Misteri Tanpa Sosok Hantu

Minggu, 04 Oktober 2026 • 17:18:31 WIB
Film HASUT Tayang 8 Oktober, Horor Misteri Tanpa Sosok Hantu
Sutradara Ilya Sigma dan tim film HASUT dalam konferensi pers, Rabu (23/9/2026).

BANTEN — Sutradara Ilya Sigma merilis film horor-misteri berjudul HASUT yang dijadwalkan tayang di bioskop pada 8 Oktober mendatang. Film ini menjadi karya debut penyutradaraan bagi penulis skenario yang akrab disapa Anggie tersebut. Berbeda dari horor arus utama, HASUT membangun ketegangan lewat suara tanpa menampilkan sosok hantu.

Ilya Sigma membangun HASUT di atas premis bahwa ketakutan terbesar manusia justru lahir dari pikiran sendiri, bukan dari sosok yang terlihat secara visual. Ia menilai suara memberi ruang bagi penonton untuk membayangkan bentuk dan asal teror yang sedang mereka hadapi.

Pendekatan itu membuat HASUT berdiri di wilayah horor-misteri, bukan horor hantu konvensional. Alih-alih mengejar kemunculan sosok menyeramkan, film ini mengandalkan desain suara untuk menciptakan tekanan psikologis sepanjang durasi.

Handy Talky Jadi Medium Utama Ketegangan

Perangkat Handy Talky (HT) dipilih sebagai alat komunikasi sekaligus sumber teror dalam film ini. Lewat HT, muncul noise, statik, frekuensi putus-putus, hingga suara napas yang membuat karakter dan penonton sama-sama mempertanyakan siapa yang sebenarnya berbicara di ujung saluran.

"Nah, HT ini kan menarik karena ada noise, ada statik, ada frekuensi yang putus-putus, terus kayak ada suara nafas atau kayak tubuh yang lepas gitu dari suaranya," ungkap Ilya dalam konferensi pers, Rabu (23/9/2026).

Pilihan medium itu bukan tanpa alasan. Ilya mengaku secara personal lebih takut pada hal-hal yang dibayangkan di dalam kepala dibanding apa yang tampil di layar.

Ajakan Bercermin, Bukan Sekadar Menakut-nakuti

Produser Putrama Tuta menegaskan HASUT tidak berhenti pada ambisi menakuti penonton lewat desain suara. Film ini juga ingin mendorong penonton melakukan refleksi atas perilaku sehari-hari, terutama soal ucapan yang bisa melukai orang lain.

"Kalau teman-teman nonton, semoga teman-teman bisa mulai bercermin juga sama diri sendiri gitu. Apakah kata-kata kita menyakiti orang lain, apakah tujuan ini kita keluarkan dapat merugikan untuk orang lain, apakah menguntungkan hanya untuk diri kita sendiri," kata Putrama.

Naskah Digarap 15 Tahun, Berawal dari Cerita Pendakian

Di balik layar, proses penulisan skenario HASUT memakan waktu sekitar 15 tahun. Naskah ditulis Priesnanda Dwisatria bersama Ilya Sigma, dengan ide awal bersumber dari pengalaman pribadi Priesnanda saat mendaki gunung semasa kuliah menggunakan HT.

Versi awal cerita disebut sebagai horor biasa yang mengandalkan jumpscare. Seiring waktu, naskah dirombak agar karakternya lebih dalam dan relevan dengan situasi masa kini.

"Kita bercerita nulis sampai sekitar 15 tahun karena waktu awalnya itu ceritanya itu sebuah horor biasa, jumpscare gitu," ujar Priesnanda. "Terus kita ini butuh sesuatu yang baru nih, sesuatu yang butuh karakter, kita butuh relevansi," tambahnya.

Empat Karakter, Empat Sifat Dasar Manusia

Karakter dalam HASUT dibangun dari premis bahwa manusia punya "dua wajah": wajah asli dan wajah yang ingin diperlihatkan ke orang lain. Empat tokoh utamanya merepresentasikan amarah, rasa tidak aman, keegoisan, dan ketakutan.

Keempat sifat itu diramu menjadi formula saling menghasut dan terhasut. HASUT diperankan Karina Salim, Rachel Amanda, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova.

Dengan jadwal tayang 8 Oktober, HASUT menambah deretan horor-misteri Indonesia yang mencoba keluar dari pola jumpscare dan mengandalkan atmosfer.

Follow www.lensabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kapanlagi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks