BANTEN — PT Pegadaian (Persero) meraih Bronze Winner IPMA Global Project Excellence Award 2026 di Hiroshima, Jepang, Jumat (18/9), dan masuk tiga besar kategori Project Management Office dari 15 negara terpilih. Penghargaan ini menegaskan posisi Pegadaian di kancah tata kelola proyek global setelah tahun lalu menyabet gelar World's Best PMO di Arizona, Amerika Serikat.
Hiroshima, Jepang — Kompetisi IPMA Global Project Excellence Award merupakan salah satu ajang tata kelola proyek paling bergengsi di dunia, diikuti perusahaan dan organisasi lintas industri dari puluhan negara. Pegadaian berhasil menembus persaingan ketat tersebut dan mengamankan posisi tiga besar pada kategori PMO Award.
Pencapaian ini melanjutkan torehan Pegadaian di panggung internasional. Sebelumnya, perusahaan pelat merah itu meraih gelar World's Best PMO atau World Champion 2025 dalam PMO Global Awards di Arizona, Amerika Serikat.
Standar Tata Kelola yang Diakui Dunia
Keberhasilan Pegadaian dinilai menunjukkan konsistensi perusahaan dalam menerapkan standar tata kelola dan manajemen proyek yang adaptif. Penerapan standar itu berdampak langsung pada efisiensi, akuntabilitas, serta percepatan transformasi bisnis perusahaan secara berkelanjutan.
Chief Transformation Officer PT Pegadaian (Persero), Rully Yusuf, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas pencapaian tersebut.
"Pencapaian internasional merupakan apresiasi yang sangat membanggakan bagi Pegadaian, tapi tentunya ini tidak lantas membuat kami cepat berpuas diri. Penghargaan ini justru kami jadikan fondasi dan pemicu komitmen untuk terus melakukan continuous improvement pada sistem project management, dan memastikan setiap inisiatif strategis perusahaan memberikan nilai tambah yang maksimal, tidak hanya bagi korporasi tetapi juga bagi masyarakat luas," tegas Rully.
Dari Gadai ke Bank Emas
Pegadaian berdiri sejak 1 April 1901 di Sukabumi, Jawa Barat. Kini perusahaan bertransformasi menjadi lembaga keuangan inklusif dengan beragam produk dan layanan finansial, tidak lagi sekadar bergerak di industri gadai.
Sejak 2021, Pegadaian tergabung dalam Holding Ultra Mikro (UMi) bersama BRI dan PNM dengan komitmen mendukung pelaku UMKM naik kelas. Transformasi berlanjut melalui pengembangan layanan berbasis emas setelah Pegadaian resmi memperoleh izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Desember 2024.
Dengan izin tersebut, Pegadaian dapat menjalankan kegiatan usaha Bulion yang mencakup Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi, hingga Perdagangan Emas. Langkah ini mengukuhkan posisinya sebagai pelopor Layanan Bank Emas di Indonesia dengan produk terlengkap.
Layanan yang Bisa Diakses Masyarakat
Selain Layanan Bank Emas, Pegadaian menyediakan sejumlah produk investasi emas yang dapat diakses masyarakat, antara lain Tabungan Emas, Cicil Emas, dan Arisan Emas. Produk pembiayaan yang ditawarkan mencakup Haji & Umroh, Kredit Mikro, Kredit Kendaraan, hingga KUR Syariah.
Seluruh produk dan layanan tersebut dapat diakses melalui outlet, Agen Pegadaian, serta aplikasi Tring! by Pegadaian. Aplikasi ini dirancang dengan fokus pada pengembangan ekosistem emas dan transformasi digital untuk memberikan kemudahan, kecepatan, serta kenyamanan bertransaksi finansial.
Sebagai lembaga pembiayaan sosial, Pegadaian juga berkomitmen memberdayakan masyarakat melalui layanan keuangan yang inklusif. Langkah ini diarahkan untuk menciptakan dampak positif bagi komunitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan secara luas.
Keberhasilan di Hiroshima mempertegas posisi Pegadaian sebagai perusahaan yang adaptif, inovatif, dan siap berkompetisi di tingkat global. Pengakuan ini juga memperkuat optimisme perusahaan menghadirkan produk dan layanan yang relevan dalam mendorong ekonomi kerakyatan, sejalan dengan semangat mengEMASkan Indonesia.