Pencarian

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.873 per Dolar AS, Analis Proyeksi Melemah Hari Ini

Kamis, 08 Oktober 2026 • 09:49:31 WIB
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.873 per Dolar AS, Analis Proyeksi Melemah Hari Ini
Rupiah dibuka menguat ke Rp17.873 per dolar AS pada Kamis (8/10) pagi.

BANTEN — Nilai tukar rupiah dibuka menguat 14 poin atau 0,08 persen ke level Rp17.873 per dolar AS pada Kamis (8/10) pagi, sejalan dengan penguatan hampir seluruh mata uang Asia terhadap greenback. Meski begitu, analis memperkirakan rupiah berbalik melemah sepanjang hari ini setelah risalah FOMC menunjukkan sikap hawkish.

Penguatan rupiah terjadi bersamaan dengan apresiasi mayoritas mata uang kawasan. Yuan China naik 0,7 persen, peso Filipina menguat 0,6 persen, dan ringgit Malaysia terapresiasi 0,3 persen terhadap dolar AS.

Mata uang Asia lainnya juga bergerak di zona hijau. Dolar Singapura menguat 0,6 persen, yen Jepang naik 0,16 persen, won Korea Selatan terapresiasi 0,15 persen, dan dolar Hong Kong menguat 0,1 persen.

Mata Uang Negara Maju Ikut Menguat

Penguatan tidak hanya terjadi di Asia. Euro Eropa naik 0,10 persen, poundsterling Inggris menguat 0,04 persen, dolar Australia menguat 0,05 persen, dolar Kanada naik 0,01 persen, dan franc Swiss menguat 0,14 persen terhadap dolar AS.

Pergerakan serentak ini menunjukkan pelemahan dolar AS yang bersifat global, bukan faktor domestik semata. Kondisi tersebut biasanya memberi ruang bagi rupiah untuk bergerak lebih stabil dalam jangka pendek.

Risalah FOMC Hawkish Jadi Pemicu Pembalikan Arah

Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah justru melemah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini. Pemicunya adalah penguatan dolar AS setelah risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) menunjukkan sikap hawkish.

"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS yang menguat setelah risalah pertemuan FOMC yang hawkish," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.

Sikap hawkish dalam risalah FOMC mengindikasikan bank sentral Amerika Serikat belum terburu-buru melonggarkan kebijakan moneternya. Implikasinya, imbal hasil obligasi AS berpotensi bertahan tinggi dan menjaga daya tarik dolar AS di pasar global.

Data Kepercayaan Konsumen AS Dinanti

Selain risalah FOMC, investor masih menantikan rilis data kepercayaan konsumen Amerika Serikat pada siang hari ini. Data tersebut menjadi salah satu indikator penting untuk menilai arah belanja rumah tangga dan tekanan inflasi ke depan.

Rilis data ini kerap menjadi katalis jangka pendek bagi pergerakan dolar AS. Hasil yang lebih kuat dari perkiraan umumnya memperkuat greenback dan memberi tekanan tambahan pada mata uang emerging market, termasuk rupiah.

Rentang Pergerakan Rupiah Hari Ini

Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.850 hingga Rp17.950 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Rentang tersebut mencerminkan potensi volatilitas yang masih terbuka lebar sepanjang sesi.

Bagi pelaku usaha yang memiliki kewajiban valas, rentang ini bisa menjadi acuan untuk mengatur waktu konversi. Sementara bagi investor asing, arah dolar AS pasca-FOMC menjadi pertimbangan utama dalam mengukur imbal hasil portofolio di pasar domestik.

Pergerakan rupiah hari ini akan bergantung pada kombinasi sentimen eksternal dan respons pasar terhadap data konsumen AS. Selama dolar AS bertahan kuat, ruang penguatan lanjutan bagi rupiah relatif terbatas meski dibuka positif pagi ini.

Follow www.lensabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks