Pencarian

Musim Hujan Banten Diprediksi Mundur Sebulan, Pemprov Siapkan Rekayasa Cuaca dan Antisipasi Kekeringan

Rabu, 07 Oktober 2026 • 19:46:01 WIB
Musim Hujan Banten Diprediksi Mundur Sebulan, Pemprov Siapkan Rekayasa Cuaca dan Antisipasi Kekeringan
Rapat koordinasi di Gedung Negara Provinsi Banten membahas dinamika iklim terkini dan rencana teknologi modifikasi cuaca.

SERANG — Rapat koordinasi di Gedung Negara Provinsi Banten membahas dinamika iklim terkini, termasuk peluang TMC untuk menambah debit air sejumlah waduk. Bendungan Karian disebut sebagai salah satu yang bisa terdampak positif jika kondisi atmosfer mendukung.

Gubernur Andra Soni menyatakan informasi dan analisis BMKG menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam menentukan langkah antisipasi. Potensi yang diwaspadai mencakup kekeringan, keterbatasan air bersih, gangguan sektor pertanian, kesehatan, hingga bencana hidrometeorologi.

Wilayah Selatan dan Utara Banten Masuk Musim Hujan di Waktu Berbeda

Plt. Kepala BBMKG Wilayah II Ana Oktavia Setiowati memaparkan, awal musim hujan di Banten mundur sekitar tiga dasarian dibandingkan kondisi normal. Wilayah Banten bagian selatan seperti Kabupaten Lebak dan Pandeglang diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada November.

Sementara wilayah Banten bagian utara diprediksi baru memasuki musim hujan pada Desember. Kondisi itu berkaitan dengan fenomena El Nino yang dapat memperpanjang periode kemarau.

Dampak yang perlu diantisipasi antara lain berkurangnya ketersediaan air bersih, kebutuhan penyesuaian pola tanam, serta meningkatnya risiko gangguan kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Tanah Merekah, Risiko Longsor Mengintai Saat Hujan Turun

Ana mengingatkan, masyarakat juga perlu mewaspadai kondisi saat hujan akhirnya turun. Tanah yang mengering dan merekah setelah kemarau panjang dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi ketika diguyur hujan berintensitas tinggi, terutama di wilayah rawan longsor.

Untuk menentukan wilayah prioritas penanganan, BMKG dan pemerintah daerah akan melakukan survei bersama berdasarkan kondisi faktual di lapangan.

Rekayasa Cuaca Tidak Otomatis, Menunggu Kajian BMKG

Andra menegaskan, penggunaan teknologi modifikasi cuaca tidak dilakukan secara otomatis. Opsi TMC akan disesuaikan dengan hasil kajian BMKG dan kondisi atmosfer.

Selain distribusi dan pengamanan pasokan air, TMC dikaji sebagai salah satu langkah membantu menambah ketersediaan air. Termasuk mengisi kembali debit sejumlah waduk apabila kondisi cuaca mendukung.

Pemprov Banten telah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan. Pendekatan yang dipakai merupakan bagian dari perubahan pola mitigasi bencana, dari penanganan responsif menjadi langkah antisipatif.

"Prinsipnya, kita ingin langkah antisipasi yang terencana dengan baik," kata Andra.

Follow www.lensabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: lensabanten.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks