Pencarian

IHSG Dibuka Melemah ke 5.249, Kiwoom Wanti-wanti Support 5.185 Bisa Jebol

Rabu, 28 Oktober 2026 • 12:20:01 WIB
IHSG Dibuka Melemah ke 5.249, Kiwoom Wanti-wanti Support 5.185 Bisa Jebol
IHSG dibuka melemah 17,06 poin ke level 5.249,07 pada perdagangan Rabu (28/10).

BANTEN — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 17,06 poin ke level 5.249,07 pada pembukaan perdagangan Rabu (28/10), tertahan sentimen wait and see menjelang keputusan suku bunga The Fed dan ECB. Kiwoom Sekuritas Indonesia menilai indeks rentan menguji support 5.185, dengan risiko lanjutan ke 5.012 bila level itu jebol.

Pelemahan indeks pagi ini juga menyeret Indeks LQ45 turun 0,43 persen ke 530,72. Pelaku pasar menahan posisi sembari menunggu arah kebijakan moneter dua bank sentral besar, The Fed dan ECB, yang diperkirakan menggelar rapat pekan ini.

Keputusan suku bunga acuan kedua institusi itu menjadi penentu utama arah arus dana investasi global. Pasar juga menanti rilis data ekonomi Amerika Serikat yang bisa memberi petunjuk ruang pelonggaran moneter ke depan.

Support 5.185 Jadi Garis Pertahanan Terdekat

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menilai posisi indeks saat ini rawan dan membutuhkan pantauan ekstra dari trader.

"IHSG diperkirakan rentan lanjut menguji support terdekat di 5.185. Jika breakdown, IHSG bisa lanjut menuju support 5.012 atau 4.980. Sedangkan jika IHSG rebound, resistance terdekat di level 5.317. Jika mampu break, IHSG bisa kembali di kisaran resistance 5.349 atau 5.418," kata Liza.

Tensi Timur Tengah: Sinyal Deeskalasi, Risiko Belum Sirna

Dari sisi eksternal, pasar menerima sinyal campur aduk. Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyerukan agar situasi "bukan perang maupun damai" segera disudahi. Seruan itu direspons pertemuan pejabat Arab Saudi, Pakistan, dan Turki di Teheran, disusul rencana pertemuan Vladimir Putin dengan Presiden Iran di Moskow.

Namun ancaman di lapangan masih nyata. "Meski membuka peluang deeskalasi, serangan Houthi terhadap infrastruktur energi Arab Saudi serta serangan Iran terhadap kapal tanker di Selat Hormuz menunjukkan bahwa risiko keamanan regional masih belum mereda," tegas Liza.

BI Tahan Suku Bunga, tapi Ruang Fiskal Menyempit

Dari dalam negeri, keputusan Bank Indonesia menahan BI Rate di 5,75 persen pekan lalu dinilai cukup menenangkan pasar. OJK bersama BEI juga gencar merilis inisiatif baru untuk mendongkrak kepercayaan investor, terutama di tengah proses evaluasi penyedia indeks global MSCI.

Menjelang libur Nataru 2026, pemerintah menyiapkan stimulus berupa diskon tarif listrik, tiket pesawat, hingga penambahan kuota BBM bersubsidi agar daya beli masyarakat tidak tergerus inflasi. "Namun, stimulus itu perlu mempertimbangkan keterbatasan ruang fiskal dan tambahan beban subsidi energi," ujar Liza.

CORE Indonesia memprediksi ruang fiskal menuju batas defisit 3 persen terhadap PDB hanya tersisa sekitar Rp39 triliun. Kementerian Keuangan sendiri optimistis defisit APBN 2026 terkendali di 2,85 persen.

Tekanan datang dari pelemahan rupiah yang menyentuh Rp18.156 per dolar AS dan harga minyak Brent yang meroket ke 115,81 dolar AS. Kedua faktor itu berpotensi membengkakkan subsidi energi.

"Pemerintah juga perlu mewaspadai risiko penundaan pembayaran kompensasi kepada Pertamina dan PLN, karena langkah tersebut hanya menggeser beban fiskal ke tahun berikutnya," pungkas Liza.

Bursa Global Hijau, Asia Variatif

Di luar negeri, Wall Street kompak menguat pada Selasa (27/10), dipimpin lonjakan Nasdaq sebesar 1,18 persen. Bursa Eropa juga mayoritas positif, dengan Euro Stoxx 50 dan DAX Jerman melaju di atas 0,7 persen.

Di Asia, pergerakan pagi ini bervariasi. Indeks Nikkei Jepang melesat 1,20 persen ke 64.030,00 dan Kospi Korea Selatan meroket 5,94 persen. Euforia bursa regional belum menular ke IHSG yang masih berjuang mencari momentum untuk berbalik ke zona hijau.

Follow www.lensabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: merahputih.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks