BANTEN — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyiapkan tiga kandidat vaksin malaria yang ditargetkan beredar dalam dua tahun ke depan. Bagi ibu yang tinggal di daerah endemis, vaksin ini jadi harapan baru untuk melindungi anak dari penyakit yang masih jadi ancaman di sejumlah wilayah Indonesia.
Kepala BRIN Arif Satria menyampaikan tiga kandidat vaksin malaria sudah disiapkan lembaganya. Pengembangan vaksin malaria masuk dalam agenda prioritas riset nasional untuk mendukung kemandirian vaksin dan obat-obatan dalam negeri.
Arif menyebut Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan BRIN mempercepat riset vaksin malaria. Perintah itu disampaikan langsung dalam pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Apa Itu Vaksin Malaria dan Mengapa Penting untuk Anak
Malaria masih menjadi salah satu penyakit menular yang perlu diwaspadai di Indonesia, terutama di wilayah timur seperti Papua, Nusa Tenggara Timur, dan sebagian Kalimantan. Penyakit ini disebabkan parasit Plasmodium yang ditularkan lewat gigitan nyamuk Anopheles betina.
Anak-anak termasuk kelompok paling rentan. Gejala pada anak bisa berupa demam tinggi, menggigil, lemas, hingga muntah. Kalau tidak ditangani cepat, malaria bisa berkembang menjadi malaria berat yang menyerang otak dan berisiko fatal.
Selama ini pencegahan mengandalkan kelambu berinsektisida, obat antimalaria, dan pengendalian nyamuk. Kehadiran vaksin diharapkan melengkapi upaya itu, bukan menggantikannya.
Kenapa Vaksin Ini Penting untuk Kemandirian Kesehatan Nasional
Arif menegaskan pengembangan vaksin malaria bukan sekadar proyek riset biasa. Ada kepentingan lebih besar soal kemampuan Indonesia memproduksi vaksin dan obat sendiri, tanpa bergantung penuh pada pasokan impor.
"Bagaimanapun juga vaksin malaria itu sangat penting sekali karena untuk kemandirian vaksin maupun kemandirian obat-obatan itu. Jadi insyaallah ini vaksin terus berjalan," kata Arif.
Ketergantungan pada vaksin impor pernah jadi masalah besar saat pandemi. Pengalaman itu mendorong pemerintah memperkuat riset dalam negeri, termasuk untuk penyakit yang endemis di Indonesia seperti malaria.
Kapan Vaksin Malaria Bisa Diakses Masyarakat
Target dua tahun yang disebut BRIN masih bersifat perkiraan awal. Proses pengembangan vaksin biasanya melewati beberapa tahap: uji praklinik pada hewan, lalu uji klinik fase 1, 2, dan 3 pada manusia sebelum izin edar dikeluarkan.
Setiap tahap butuh waktu dan pengawasan ketat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Karena itu, ibu sebaiknya tidak menunggu vaksin untuk melindungi anak. Pencegahan harian tetap jadi cara paling efektif saat ini.
Yang Bisa Ibu Lakukan Sekarang untuk Cegah Malaria pada Anak
Kalau keluarga tinggal atau berencana bepergian ke daerah endemis malaria, ada beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan:
- Gunakan kelambu berinsektisida saat tidur, terutama untuk bayi dan anak balita.
- Pasang kawat kasa di jendela dan ventilasi rumah.
- Pakai losion antinyamuk yang aman untuk anak sesuai usia.
- Kenakan pakaian lengan panjang dan celana panjang saat beraktivitas di luar rumah pada sore hingga malam.
- Bersihkan genangan air di sekitar rumah yang jadi tempat nyamuk berkembang biak.
Kapan Harus ke Dokter
Segera bawa anak ke fasilitas kesehatan jika muncul demam tinggi disertai menggigil, terutama dalam dua minggu setelah berkunjung ke daerah endemis malaria. Jangan tunda dengan alasan menunggu demam turun sendiri.
Dokter akan melakukan pemeriksaan darah untuk memastikan