Pencarian

Kemenko Pangan Perkenalkan Susu Kambing di TEI 2026, Delegasi Nigeria hingga Produk Banyumas Masuk Sorotan

Senin, 19 Oktober 2026 • 17:15:31 WIB
Kemenko Pangan Perkenalkan Susu Kambing di TEI 2026, Delegasi Nigeria hingga Produk Banyumas Masuk Sorotan
Pengunjung mencicipi olahan susu kambing di anjungan Kemenko Pangan pada Trade Expo Indonesia 2026, Sabtu (17/10/2026).

TANGERANG — Kementerian Koordinator Bidang Pangan memanfaatkan Trade Expo Indonesia 2026 untuk memperluas penerimaan masyarakat terhadap susu kambing. Kegiatan bertema "Susu Kambing dari Pesantren ke Gaya Hidup Modern" digelar di anjungan Kemenko Pangan, Sabtu (17/10/2026), dan difasilitasi Analis Kebijakan Ahli Madya Fatma Puspitasari.

Pengunjung tidak hanya mendapat penjelasan soal kandungan gizi dan karakteristik produk. Mereka juga mencicipi beragam olahan susu kambing yang dipamerkan, lalu berdialog langsung dengan peternak dan pelaku usaha mengenai proses produksi hingga pengendalian mutu.

Dari Konsumsi Tradisional ke Produk Bernilai Tambah

Susu kambing diperkenalkan bukan sekadar sebagai produk konsumsi tradisional. Kemenko Pangan mendorong pengembangannya menjadi produk modern yang memberi nilai tambah bagi peternak rakyat.

Antusiasme pengunjung terlihat dari pertanyaan yang diajukan, mulai dari kandungan nutrisi, karakteristik pencernaan, proses produksi, hingga peluang usaha di sektor peternakan kambing perah. Diskusi juga membahas pentingnya peningkatan kualitas induk kambing agar produktivitas usaha berkembang.

Fatma Puspitasari mengatakan pemahaman masyarakat soal keragaman sumber protein hewani perlu terus diperkuat. Menurutnya, susu kambing berpotensi melengkapi pilihan pangan bergizi sekaligus membuka peluang ekonomi bagi peternak skala rakyat.

"Melalui kegiatan ini kami ingin mendorong pemahaman masyarakat tentang pentingnya diversifikasi protein hewani untuk mendukung ketahanan pangan dan kualitas hidup. Susu kambing punya potensi besar untuk melengkapi kebutuhan nutrisi sekaligus menggerakkan ekonomi peternak rakyat," ujar Fatma.

Delegasi Nigeria Melirik, Pasar Afrika Mulai Terbuka

Perhatian datang dari kunjungan misi dagang Nigeria ke anjungan Kemenko Pangan. Delegasi itu menunjukkan ketertarikan terhadap produk susu kambing Indonesia, terutama karakteristik produk dan nilai gizinya.

Ketertarikan tersebut membuka pembicaraan soal peluang memperluas pemasaran produk peternakan Indonesia ke pasar internasional. Kawasan Afrika dinilai berpotensi dijajaki karena kambing dan domba punya peran ekonomi, sosial, serta pangan di sejumlah negara di sana.

Permintaan terhadap produk ruminansia kecil di beberapa wilayah Afrika, termasuk Afrika Utara dan Afrika Timur, menjadi pertimbangan melihat peluang perdagangan. Realisasi ekspor tetap memerlukan kajian pasar, pemenuhan standar mutu, persyaratan kesehatan, dan kesesuaian regulasi negara tujuan.

Tiga Produk Lokal yang Dipamerkan

Anjungan Kemenko Pangan menghadirkan sejumlah olahan susu kambing dari pelaku usaha dalam negeri. Produk yang diperkenalkan antara lain:

  • Susu kambing herbal Etawalin
  • Susu kambing dengan krim dari Capriva, yang diklaim tidak menggunakan maltodekstrin maupun bahan pengawet serta memiliki rasa manis alami tanpa tambahan gula
  • Susu kambing segar Mendha Milk asal Banyumas

Kehadiran produk-produk tersebut memperlihatkan bagaimana hasil peternakan dapat dikembangkan melalui inovasi pengolahan dan pendekatan pemasaran yang lebih dekat dengan kebutuhan konsumen.

Daya Saing Peternak Rakyat Jadi Kunci

Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian, Karsan, menegaskan pentingnya meningkatkan daya saing produk peternakan untuk mendukung kesejahteraan peternak rakyat. Bagi peternak kambing perah dan pelaku industri pengolahan susu, ketertarikan calon mitra dagang di TEI menjadi dorongan memperkuat kapasitas produksi dan membangun jejaring bisnis lintas negara.

Follow www.lensabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jurnalpatrolinews.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks