TANGERANG — Kepala UPT Damkar Pinang, Kamaludin Azizi, menyatakan armada yang diterjunkan berasal dari lima unit pemadam kebakaran, yakni Periuk, Kroncong, Cibodas, Belendung, dan unit 203. Petugas gabungan dikerahkan agar api tidak semakin meluas ke material lain di sekitar lokasi.
Kendala di Lokasi: Warga Berkerumun dan Sumber Air Terbatas
Proses pemadaman tidak berjalan mulus. Petugas menghadapi dua hambatan utama di lapangan, terutama banyaknya warga yang berada di sekitar tempat kejadian.
Ketersediaan sumber air juga menjadi tantangan tersendiri bagi petugas saat melakukan penanganan. Meski demikian, upaya pemadaman tetap dilakukan dengan mengerahkan seluruh personel dan armada gabungan.
"Kendala yang kami hadapi di lokasi adalah banyaknya warga yang berada di sekitar tempat kejadian, sehingga petugas perlu melakukan penanganan dengan hati-hati. Selain itu, sumber air juga menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman," kata Kamaludin saat dikonfirmasi.
Lima Unit Damkar Dikerahkan dari Wilayah Sekitar
Kamaludin menjelaskan, laporan kebakaran masuk pukul 20.35 WIB. Setelah menerima laporan, petugas langsung mengerahkan armada dari sejumlah wilayah menuju lokasi.
"Laporan kebakaran kami terima pukul 20.35 WIB, kemudian petugas langsung melakukan penanganan dengan mengerahkan 15 unit armada gabungan dan 60 personel," ujarnya.
Lapak yang terbakar berisi limbah campur berupa karet, ban, plastik, dan kayu. Berdasarkan keterangan Kamaludin, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran pada Senin malam tersebut.
Imbauan Damkar: Jangan Bakar Sampah Sembarangan di Musim Kemarau
Kamaludin mengingatkan warga Kota Tangerang untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan karena api dapat merambat ke material yang mudah terbakar.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Tangerang, terutama di musim kemarau seperti sekarang, agar tidak membakar sampah sembarangan. Tolong lebih berhati-hati karena pembakaran sampah yang tidak diawasi bisa memicu kebakaran dan membahayakan lingkungan maupun warga sekitar," tutupnya.
Hingga laporan ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai luas area yang terbakar maupun nilai kerugian akibat peristiwa tersebut.