Pencarian

Imunisasi Kejar Balita: Panduan Lengkap Jadwal dan Cara Memantau Anak

Selasa, 20 Oktober 2026 • 12:20:02 WIB
Imunisasi Kejar Balita: Panduan Lengkap Jadwal dan Cara Memantau Anak
Babinsa Kelurahan Tangkerang Utara memantau pelaksanaan Bulan Imunisasi Kejar di Posyandu Budi Berbalas RW 10, Pekanbaru.

BANTEN — Sebanyak 97 balita di tiga posyandu Kelurahan Tangkerang Utara, Pekanbaru, menjadi sasaran Bulan Imunisasi Kejar pada Selasa (20/10/2026). Dari pemantauan lapangan itu, lima anak tercatat butuh imunisasi susulan, satu di antaranya harus ditunda karena demam. Berikut panduan memahami imunisasi kejar dan cara memastikan anak tidak terlewat jadwalnya.

Pelda (K) Elisha Norma, Babinsa Kelurahan Tangkerang Utara, memantau langsung pelaksanaan Bulan Imunisasi Kejar di Posyandu Budi Berbalas RW 10, Posyandu Kasih Bertambah Sayang RW 14, dan Posyandu Kasih Berpadu RW 15. Pemantauan menyasar balita yang belum menerima imunisasi lengkap sesuai jadwal.

Kegiatan itu melibatkan Kepala Puskesmas Sapta Taruna, Bhabinkamtibmas, TP Posyandu Kecamatan, kader PKK, dan petugas kesehatan. Kolaborasi lintas sektor dipakai untuk mendata anak yang belum lengkap imunisasinya, bukan sekadar menyuntik di hari itu.

Apa Itu Bulan Imunisasi Kejar

Bulan Imunisasi Kejar (BIK) adalah program pendataan dan pelayanan bagi anak yang tertinggal satu atau lebih dosis imunisasi rutin. Program ini menyasar bayi dan balita yang belum sempat datang ke posyandu, pindah domisili, atau sempat sakit saat jadwal imunisasi tiba.

Fokusnya bukan anak yang belum pernah diimunisasi sama sekali, melainkan mereka yang statusnya tidak lengkap. Petugas mengecek buku KIA atau catatan imunisasi, lalu menentukan dosis apa yang masih kurang.

Data Tiga Posyandu di Tangkerang Utara

Posyandu Budi Berbalas RW 10 mencatat 52 balita sebagai sasaran, dengan dua anak masuk kategori imunisasi kejar. Satu balita sudah mendapat imunisasi di puskesmas, satu lainnya ditunda karena sedang demam.

Di posyandu yang sama, balita lain menerima layanan sesuai kebutuhan, termasuk DPT-HB-Hib, polio tetes, dan PCV. Posyandu Kasih Bertambah Sayang RW 14 mencatat 27 balita, dua di antaranya sasaran imunisasi kejar dan keduanya dilayani langsung di tempat.

Posyandu Kasih Berpadu RW 15 memiliki 18 balita sasaran, termasuk satu bayi berusia tiga bulan yang masuk daftar imunisasi kejar. Tidak ada sasaran kategori zero dose di posyandu ini, artinya semua balita sudah pernah menerima imunisasi dasar.

Kenapa Imunisasi Bisa Tertunda

Demam jadi alasan paling sering muncul, seperti yang terjadi pada satu balita di RW 10. Kondisi sakit ringan memang bisa membuat petugas menunda dosis tertentu sampai anak pulih, lalu menjadwalkan ulang.

Alasan lain yang kerap ditemui: orang tua lupa jadwal, anak baru pindah domisili, atau ibu harus bekerja saat posyandu buka. Karena itu pendataan aktif dari kader dan Babinsa jadi kunci supaya anak tidak hilang dari radar.

Cara Memantau Jadwal Imunisasi Anak

Simpan buku KIA di tempat yang mudah terlihat, bukan terkubur di tas atau laci. Setiap kali selesai imunisasi, cek apakah petugas mencatat tanggal, jenis vaksin, dan dosis berikutnya.

Kalau anak sempat sakit saat jadwal tiba, tanyakan langsung ke bidan atau puskesmas kapan dosis bisa diberikan. Jangan menebak sendiri, karena jeda antar dosis berbeda tergantung jenis vaksinnya.

Manfaatkan posyandu terdekat sebagai titik pantau rutin. Di Tangkerang Utara, kehadiran Babinsa bersama kader PKK dan petugas puskesmas membantu memastikan balita yang absen benar-benar ditindaklanjuti, bukan hanya dicatat.

Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter

Bawa anak ke dokter atau puskesmas jika ia sedang demam tinggi, mengalami reaksi berat setelah imunisasi sebelumnya, atau punya riwayat alergi tertentu. Kondisi khusus seperti imunodefisiensi juga perlu arahan tenaga kesehatan sebelum vaksin diberikan.

Untuk anak yang tertinggal beberapa dosis sekaligus, jangan mengejar sendiri urutannya. Petugas kesehatan akan menyusun jadwal kejar yang aman sesuai usia dan riwayat imunisasi anak.

Pelda (K) Elisha Norma menyatakan dukungannya terhadap program kesehatan di wilayah binaan melalui pemantauan dan koordinasi bersama petugas terkait. Pemantauan seperti ini jadi pengingat sederhana: imunisasi lengkap bukan soal satu hari di posyandu, tapi soal catatan yang terus dicek sampai anak tumbuh besar.

Follow www.lensabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: matratni.sigapnews.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks