TANGERANG — Gubernur Banten Andra Soni menilai peran pengembang dalam penyediaan hunian layak belum merata ke seluruh wilayah provinsi. Karena itu, ia mendorong REI Banten mengarahkan sebagian penyaluran CSR ke Lebak dan Pandeglang yang selama ini luput dari perhatian investasi properti.
Pemprov Banten mengapresiasi peran REI dalam penyediaan hunian yang layak, aman, dan memenuhi standar kesehatan. Apresiasi itu disampaikan langsung Andra dalam pertemuan dengan pengurus REI Banten di Tangerang.
Program Bedah Rumah Jadi Andalan Pemprov Banten
Pemprov Banten saat ini menggencarkan Program Bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi rumah layak huni dengan sasaran Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan warga secara komprehensif, terintegrasi, dan berkesinambungan.
Prioritas diberikan kepada warga yang tinggal di daerah tertinggal. Andra menyebut REI merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam penyediaan rumah layak huni.
"REI merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam penyediaan rumah layak huni. Oleh karena itu kami mengapresiasi peran aktif REI yang telah membantu menyukseskan program pemerintah," ujar Gubernur Andra Soni.
CSR REI Baru Terkonsentrasi di Kota Serang
Ketua DPD REI Banten Roni Hardiriyanto Adali mengakui dukungan Pemprov Banten dalam penyediaan rumah layak huni bagi MBR sangat tinggi melalui berbagai programnya. Atas dasar itu, REI berencana memberikan penghargaan kepada Pemprov Banten pada Musda mendatang.
Namun sebaran bantuan CSR REI saat ini masih timpang. Roni menyebut penyaluran paling banyak baru terjadi di Kota Serang, berupa bantuan rumah layak huni sebanyak 72 unit.
"Saat ini CSR REI paling banyak disalurkan di Kota Serang, yakni berupa bantuan rumah layak huni sebanyak 72 unit," imbuhnya.
Komitmen Pengurus dan Anggota REI Banten
Roni menegaskan komitmen seluruh jajaran pengurus dan anggota DPD REI Banten untuk terus mendukung program pemerintah daerah melalui penyaluran CSR. Dukungan itu diharapkan tidak berhenti di Serang, tetapi menjangkau kabupaten yang kebutuhan huniannya lebih mendesak.
Bagi Pemprov Banten, perluasan CSR ke Banten Selatan menjadi jalan pintas menutup celah pembiayaan bedah rumah. Anggaran daerah terbatas, sementara jumlah RTLH di Lebak dan Pandeglang tersebar di banyak kampung dengan akses jalan yang belum seluruhnya hotmix.
Andra tidak menyebut tenggat khusus kapan perluasan CSR harus dimulai. Yang jelas, arah kebijakannya sudah disampaikan ke pengurus REI Banten, dan penghargaan pada Musda menjadi penanda hubungan kerja kedua pihak yang berlanjut.