Pencarian

Musim Kemarau, Omzet Perajin Tirai Sawit di Lebak Naik Hingga 100 Persen, Permintaan Tembus 2.000 Unit Per Minggu

Senin, 03 Agustus 2026 • 09:03:02 WIB
Musim Kemarau, Omzet Perajin Tirai Sawit di Lebak Naik Hingga 100 Persen, Permintaan Tembus 2.000 Unit Per Minggu
Omzet pengepul tirai sawit di Lebak meningkat hingga 100 persen menjadi Rp60 juta per pekan selama musim kemarau.

LEBAK — Lonjakan permintaan tirai sawit selama musim kemarau mengerek omzet para pelaku usaha kerajinan krey di Kabupaten Lebak hingga dua kali lipat. Para pengepul dan perajin mengaku kewalahan memenuhi pesanan yang datang dari sejumlah kota besar di Pulau Jawa.

Toto (55), seorang pengepul krey sawit di Lebak, menyebutkan omzetnya kini mencapai Rp60 juta per pekan, naik signifikan dari sebelumnya Rp30 juta. Peningkatan ini seiring melonjaknya permintaan dari 1.000 menjadi 2.000 krey setiap pekan.

Permintaan Melonjak dari Serang hingga Jakarta

Menurut Toto, permintaan terbesar datang dari daerah Serang, Cilegon, hingga DKI Jakarta. Para konsumen membutuhkan krey sebagai pelindung bangunan dari paparan sinar matahari langsung yang lebih menyengat saat kemarau.

"Kami memasok krey ke pelanggan tetap yakni pedagang pengecer dengan sistem pembayaran kontan," kata Toto kepada ANTARA, Minggu.

Hal serupa dirasakan Timan (45), pengepul krey sawit warga Desa Rangkasbitung Timur. Omzetnya kini mencapai Rp50 juta per pekan, meningkat dari sebelumnya Rp25 juta. Ia memasok tirai sawit ke pelanggan tetap di Depok, Bogor, dan Jakarta.

Perajin Kecil Ikut Kebagian Rezeki

Dampak positif musim kemarau ini juga dirasakan langsung oleh para perajin di tingkat bawah. Rosad (55), perajin krey asal Desa Rangkasbitung Timur, mengaku produksinya naik menjadi sekitar 6 krey per hari untuk memenuhi permintaan pasar.

"Kami memproduksi krey itu dijual ke pengepul Rp25 ribu per krey dan bisa menghasilkan Rp150 ribu per hari," jelas Rosad.

Harga jual krey di tingkat pedagang pengecer sendiri mencapai Rp30 ribu per unit. Dengan harga tersebut, keuntungan berlapis didapatkan oleh para pengepul dan perajin di tengah tingginya permintaan.

Pemkab Lebak Dorong UMKM Kerajinan Sawit

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak, Imam Suangsa, menyebutkan permintaan krey dan sapu lidi relatif tinggi ke berbagai daerah di Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Pemerintah daerah pun terus mendorong masyarakat yang tinggal di dekat perkebunan kelapa sawit untuk menggeluti kerajinan ini.

Saat ini, jumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Lebak mencapai lebih dari 172 ribu unit usaha, termasuk kerajinan krey dan sapu lidi. Usaha ini dinilai tumbuh subur khususnya di wilayah yang berdekatan dengan perkebunan kelapa sawit.

"Kami mengapresiasi keberadaan UMKM kerajinan tirai sawit dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat, sekaligus mengatasi kemiskinan dan pengangguran," kata Imam Suangsa.

Follow www.lensabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: banten.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks