SERANG — Penghargaan kategori kesehatan dalam ajang tahunan itu diterima langsung Founder Klinik Gigi Dentaraya, drg. Nurul Jadidah M.M. Program CSR yang dinilai berkelanjutan mencakup tiga bidang: pemberian makanan tambahan (PMT) bagi anak kurang gizi, edukasi kesehatan gigi, serta sosialisasi penggunaan obat-obatan medis.
Klinik yang berlokasi di Kecamatan Cibeber ini menjalankan program tersebut tidak secara sporadis, melainkan berulang dalam beberapa tahun terakhir. Sasaran utamanya adalah warga di sekitar klinik, terutama anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Kolaborasi dengan Puskesmas Cibeber untuk Posyandu
Pelaksanaan CSR Klinik Dentaraya berjalan bersama Puskesmas Cibeber. Kerja sama itu mencakup penyaluran makanan tambahan ke sejumlah Posyandu serta edukasi kesehatan gigi bagi anak-anak di wilayah tersebut.
“Klinik Gigi Dentaraya selalu menjalin kolaborasi dengan Puskesmas Cibeber, memberikan makanan tambahan untuk beberapa Posyandu, sekaligus mengadakan edukasi kesehatan gigi,” kata Nurul Jadidah.
Selain bantuan gizi, klinik ini menyoroti persoalan penggunaan obat di masyarakat. Bersama tenaga ahli farmasi dari Puskesmas Cibeber, mereka menggelar sosialisasi DAGUSIBU — singkatan dari Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang.
Apa Itu DAGUSIBU dan Mengapa Penting bagi Warga Cibeber
Program DAGUSIBU dirancang agar masyarakat memahami cara memperoleh, memakai, menyimpan, dan membuang obat dengan benar. Tujuannya meningkatkan pengetahuan warga dalam pengelolaan dan pengawasan penggunaan obat, sehingga risiko salah konsumsi bisa ditekan.
Pendekatan edukasi yang dipakai klinik ini juga disesuaikan dengan psikologi anak. Alih-alih menakuti pasien kecil, Dentaraya mengembangkan pola edukasi kesehatan gigi yang lebih menarik agar anak tidak takut ke dokter gigi.
Upaya itu diwujudkan lewat pembangunan playground yang diklaim sebagai yang terlucu di Kota Cilegon bagi pasien anak. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari strategi klinik membangun kedekatan dengan pasien sejak usia dini.
“Rezeki Bukan Sepenuhnya Milik Kita”
Nurul Jadidah menegaskan bahwa mengelola klinik tidak semata berorientasi keuntungan. Menurutnya, ada tanggung jawab sosial yang melekat pada setiap usaha kesehatan.
“Mengelola klinik tidak melulu berpikir tentang keuntungan (profit oriented), tetapi ada sisi tanggung jawab sosial yang juga harus dilaksanakan. Setiap Rezeki yang kita terima, bukanlah sepenuhnya milik kita sendiri, ada titipan hak orang lain di dalamnya,” ujarnya.
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa kegiatan CSR penting dilakukan sebagai wujud sinergi berbagai pihak untuk bersama-sama membangun Banten.
Radar Banten Awards 2026 berlangsung di Ballroom Radar Banten, dihadiri jajaran Forkopimda Provinsi Banten. Penghargaan Golden Winner kategori kesehatan menambah daftar capaian Klinik Gigi Dentaraya di bidang tanggung jawab sosial.