Pencarian

Rupiah Sentuh Rp 18.028 per Dolar AS, Pelemahan Dipicu Aksi Jual Aset Dolar Global

Rabu, 05 Agustus 2026 • 11:02:31 WIB
Rupiah Sentuh Rp 18.028 per Dolar AS, Pelemahan Dipicu Aksi Jual Aset Dolar Global
Kurs rupiah melemah tipis 0,17% ke posisi Rp 18.028 per dolar AS pada perdagangan pagi ini.

BANTEN — Kurs rupiah tercatat melemah tipis 0,17% ke posisi Rp 18.028 per dolar AS pada pukul 09.09 WIB. Pelemahan ini sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang Asia lainnya, di mana yen Jepang menjadi yang terdepan dengan koreksi 0,32%, disusul baht Thailand yang melemah 0,09%.

Yen Menguat, Dolar Tertekan di Level Terendah Tujuh Minggu

Tekanan terhadap dolar AS datang dari penguatan signifikan yen Jepang. Departemen Keuangan AS dikabarkan membeli yen dalam jumlah besar menggunakan kepemilikan euro, yang memperpanjang rebound yen setelah intervensi pemerintah Jepang sebelumnya di pasar valuta asing.

Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, menjelaskan bahwa indeks dolar AS (DXY) telah turun ke level 99,8 pada awal Agustus. Level ini merupakan yang terendah dalam tujuh minggu terakhir, mencerminkan pelemahan fundamental mata uang AS di pasar global.

Sikap The Fed Picu Aksi Jual Aset Dolar

Faktor pemicu utama pelemahan dolar adalah hasil pertemuan terakhir Federal Reserve (The Fed). Bank sentral AS memang mempertahankan suku bunga acuannya sesuai ekspektasi pasar, namun pernyataan Ketua The Fed, Kevin Warsh, justru menjadi perhatian pelaku pasar.

Warsh menunjukkan keraguan untuk menegaskan bahwa kenaikan suku bunga akan menjadi respons utama terhadap inflasi yang lebih tinggi. Sikap yang dianggap kurang tegas ini mendorong investor global untuk mengurangi kepemilikan aset berdenominasi dolar AS.

Data kontrak berjangka suku bunga (rate futures) menunjukkan bahwa lebih dari separuh pelaku pasar kini memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga pada September mendatang. Ekspektasi ini menjadi sinyal ketidakpastian yang membuat posisi dolar semakin rapuh.

Bagaimana Dampaknya ke Pasar Indonesia?

Pelemahan rupiah pagi ini masih berada dalam kisaran yang relatif terkendali jika dibandingkan dengan tekanan pada mata uang Asia lainnya. Namun, investor domestik tetap perlu mencermati pergerakan yen dan kebijakan The Fed sebagai indikator utama arah aliran modal asing ke pasar keuangan Indonesia.

Penguatan yen yang berkelanjutan berpotensi memicu perubahan posisi investor global, termasuk di pasar obligasi dan saham Indonesia. Jika tekanan terhadap dolar berlanjut, arus modal asing justru berpotensi kembali masuk ke pasar negara berkembang, yang bisa menjadi katalis positif bagi rupiah dan IHSG dalam jangka pendek.

Investasi mengandung risiko.

Follow www.lensabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: investortrust.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks