SERANG — Puluhan hektare lahan persawahan di Kabupaten Serang, Banten, kini berada dalam ancaman gagal panen akibat serangan hama wereng yang disebut akut dan menyebar cepat. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang langsung mengerahkan tim untuk melakukan Gerakan Pengendalian (Gerdal) secara masif di sejumlah kecamatan terdampak.
Kepala DKPP Kabupaten Serang, Suhardjo, mengatakan langkah pengendalian ini tengah dikebut di wilayah Carenang, Binuang, dan Tanara. "Kemarin terakhir di Carenang, Binuang, dan Tanara, kita sudah mengadakan Gerdal. Melalui gerakan yang masif ini, mudah-mudahan serangan hama bisa segera kita kendalikan," ujarnya, Sabtu.
Belasan Stok Pestisida Darurat Disalurkan ke Lahan Kritis
Sebagai bentuk tindakan darurat, DKPP Kabupaten Serang telah mendistribusikan 40 stok cadangan pestisida atau obat pembasmi hama ke area-area pertanian yang sangat membutuhkan. Distribusi ini difokuskan pada hamparan sawah yang menunjukkan gejala serangan paling parah agar penyebaran wereng tidak semakin meluas.
Saat ini, petugas masih terus berada di lapangan untuk melakukan pendataan luas lahan yang rusak atau terancam puso. "Berapa yang puso belum kita data semuanya karena laporan dari beberapa kecamatan baru masuk. Saat ini kita masih dalam posisi bertahan terus untuk menyelamatkan lahan yang ada," kata Suhardjo.
Mengapa Serangan Wereng Lebih Ganas Tahun Ini?
Menurut Suhardjo, pemicu utama ledakan populasi wereng bukan hanya faktor musim kemarau. Pola tanam antar-petani yang tidak serentak menjadi biang keladi utama hama mudah berpindah dari lahan yang sudah panen ke lahan yang baru mulai ditanami.
Kondisi ini membuat siklus hidup wereng tidak terputus dan populasinya terus berkembang. Akibatnya, serangan yang terjadi tahun ini dinilai lebih akut dibandingkan periode sebelumnya, sehingga membutuhkan penanganan yang lebih masif dan terkoordinasi.
Sinergi dengan Pemprov Banten untuk Perluas Jangkauan
Pihaknya tidak bergerak sendiri. DKPP Kabupaten Serang telah mengirimkan surat resmi ke pemerintah provinsi untuk bersinergi memperluas jangkauan Gerdal ke wilayah lain yang turut melaporkan serangan, seperti Kecamatan Pontang dan Tirtayasa. Perluasan ini dinilai krusial untuk mencegah hama wereng berpindah ke hamparan sawah yang masih sehat.
Keberhasilan pengendalian hama sebelumnya menjadi modal penting. DKPP Kabupaten Serang tercatat sukses mengatasi serangan hama tikus yang sempat merajalela dan kini statusnya sudah terkendali. Pengalaman tersebut menjadi acuan dalam menangani serangan wereng saat ini.
Solusi Jangka Panjang: Wajib Tanam Serentak Satu Hamparan
Untuk mencegah terulangnya ledakan hama di musim tanam mendatang, Suhardjo mendorong para petani mulai menerapkan sistem tanam serentak dalam satu kawasan hamparan. Langkah ini dinilai paling efektif untuk memutus siklus hidup wereng.
"Kalau menanam serentak, sasarannya jadi satu hamparan. Penyebarannya tidak meluas ke tempat lain, dan ketika kita lakukan pengendalian melalui Gerdal juga akan jauh lebih gampang dan tuntas," demikian Suhardjo menjelaskan strategi jangka panjang yang diusulkan kepada para petani di Kabupaten Serang.