TANGERANG — Maskapai asal Uni Emirat Arab tersebut akan mengoperasikan Airbus A380-800 secara reguler untuk rute Dubai–Jakarta pulang-pergi mulai pekan depan. Kedatangan pesawat yang mampu mengangkut lebih dari 600 penumpang dalam dua dek penuh ini menjadi tonggak baru bagi bandara tersibuk di Indonesia itu.
Heru Karyadi menyebut kesiapan infrastruktur sisi udara dan sisi darat telah melalui serangkaian koordinasi lintas instansi. “Kami telah memastikan seluruh aspek operasional, mulai dari kesiapan infrastruktur sisi udara dan sisi darat, prosedur pelayanan, hingga koordinasi bersama regulator, AirNav Indonesia, ground handling, serta seluruh stakeholder terkait berjalan optimal,” ujarnya di Tangerang, Jumat (31/7/2026).
Landasan Pacu dan Apron Terminal 3 Sudah Berstandar Internasional
Soetta memiliki tiga landasan pacu dengan dua di antaranya berukuran 3.600–3.660 meter dan lebar 60 meter. Spesifikasi itu memenuhi standar ICAO Code F yang menjadi syarat operasional pesawat berbadan lebar seperti A380.
Apron Terminal 3 juga telah disiapkan dengan Pavement Classification Rating (PCR) yang sesuai. Sistem Advanced Visual Docking Guidance System (A-VDGS), passenger boarding bridge, serta peralatan ground support khusus telah terpasang di Contact Stand G26 Terminal 3, lokasi parkir perdana pesawat ini.
Peralatan Khusus Disiapkan untuk Pesawat Raksasa
Sejumlah peralatan penunjang dengan kapasitas besar telah disiagakan untuk melayani pesawat yang memiliki bentang sayap 79,75 meter dan panjang 72,7 meter ini. Mulai dari aircraft towing tractor khusus A380, high lift loader, belt conveyor loader, hingga container dollies.
Heru menambahkan, kehadiran pesawat jenis ini bukan sekadar pencapaian operasional semata. Menurutnya, langkah ini diharapkan memperkuat konektivitas Indonesia dengan destinasi internasional serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, perdagangan, investasi, dan perekonomian nasional.
Dampak bagi Pariwisata dan Perekonomian Nasional
Dengan kapasitas penumpang yang jauh lebih besar dibanding pesawat konvensional, rute ini berpotensi meningkatkan arus wisatawan mancanegara ke Indonesia secara signifikan. “Kehadiran Airbus A380-800 tidak hanya menjadi pencapaian penting bagi operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta, tetapi juga diharapkan semakin memperkuat konektivitas Indonesia dengan berbagai destinasi internasional sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, perdagangan, investasi, dan perekonomian nasional,” jelas Heru.
Soetta sebagai gerbang utama Indonesia kini berupaya menjawab kebutuhan industri aviasi yang terus berkembang. “Bandara Internasional Soekarno-Hatta akan terus meningkatkan kualitas pelayanan, kapasitas infrastruktur, serta konektivitas penerbangan agar mampu menjawab kebutuhan industri aviasi yang terus berkembang,” tutupnya.