Pencarian

Kakek Penjual Kangkung di Lebak Ikat Perut Pakai Tali Plastik Demi Tahan Lapar, Relawan Turun Tangan

Kamis, 30 Juli 2026 • 16:31:31 WIB
Kakek Penjual Kangkung di Lebak Ikat Perut Pakai Tali Plastik Demi Tahan Lapar, Relawan Turun Tangan
Kakek penjual kangkung di Lebak, Madhalim (86), mengikat perut dengan tali plastik untuk menahan rasa lapar saat berjualan.

LEBAK — Madhalim, seorang lansia penjual kangkung di Kabupaten Lebak, Banten, mendadak viral setelah video dirinya mengikat perut dengan tali plastik tersebar luas. Pria berusia 86 tahun itu melakukan hal tersebut untuk menekan rasa lapar saat sedang berjualan di pinggir jalan. Video yang diunggah oleh warga itu sontak memicu simpati dan perhatian publik.

Kondisi Hidup yang Memprihatinkan

Madhalim merupakan warga Desa Kertaraharja, Kecamatan Banjarsari. Dalam video yang beredar, ia tampak duduk di samping dagangan kangkungnya sementara perutnya diikat erat dengan tali rafia atau tali plastik. Aksi nekat itu dilakukan karena ia tidak memiliki uang untuk membeli makanan saat siang hari.

"Saya ikat perut biar tidak terasa lapar, soalnya belum makan dari pagi," ujar Madhalim kepada relawan yang kemudian mendatanginya. Kondisi ini langsung menjadi sorotan setelah video tersebut diunggah ke platform media sosial dan dibagikan ribuan kali.

Relawan Bergerak Cepat Beri Bantuan

Pasca viral, sejumlah relawan dari berbagai komunitas di Lebak langsung bergerak menuju lokasi untuk memberikan bantuan. Mereka membawa paket sembako, makanan siap saji, serta kebutuhan pokok lainnya untuk Madhalim. Beberapa warga sekitar juga turut serta membantu memastikan kakek tersebut mendapatkan asupan makanan yang layak.

Para relawan juga berkoordinasi dengan perangkat desa setempat untuk memantau kondisi Madhalim ke depannya. Mereka khawatir, tanpa pendampingan, kondisi serupa bisa terulang kembali mengingat usia sang kakek yang sudah renta dan tidak memiliki sumber penghasilan tetap selain berjualan kangkung.

Apa Langkah Pemerintah Desa Selanjutnya?

Pemerintah Desa Kertaraharja disebut akan mendata ulang warga lanjut usia yang masuk kategori rentan. Peristiwa ini menjadi alarm bagi aparat desa untuk lebih aktif menjaring warga yang membutuhkan bantuan sosial, terutama di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat kecil.

Hingga berita ini diturunkan, Madhalim telah mendapatkan bantuan awal dari relawan dan warga. Namun, belum ada kepastian mengenai program pendampingan jangka panjang dari pemerintah setempat untuk memastikan ia tidak lagi harus mengikat perut demi menahan lapar saat berjualan.

Follow www.lensabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: banten.idntimes.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks