BANTEN — The St. Regis Jakarta di kawasan Segitiga Emas menawarkan paket MICE yang bisa dipadukan dengan wisata budaya ibu kota. Hotel ini punya 280 kamar, Astor Ballroom berkapasitas 1.000 tamu, dan program tur Kota Tua hingga lokakarya membatik. Fasilitas itu menempatkannya sebagai salah satu pusat pertemuan internasional di Jakarta.
Jakarta sudah lama menjadi pusat bisnis dan pemerintahan, tetapi kota ini juga menyimpan sisi lain yang bisa masuk ke agenda pertemuan perusahaan. The St. Regis Jakarta memanfaatkan posisi di kawasan Segitiga Emas (Golden Triangle) untuk menawarkan pengalaman MICE yang tidak berhenti di ruang rapat. Kawasan ini dekat dengan pusat bisnis, kedutaan besar, dan sejumlah landmark kota.
Hotel ini membawa kultur Indonesia lewat perpaduan musik, tarian, seni, kuliner, dan budaya. Konsep itu menjadi pembeda di tengah persaingan hotel MICE di ibu kota.
Kapasitas dan Fasilitas Pertemuan
The St. Regis Jakarta menyediakan 280 guest room, termasuk tipe suite dengan private balcony. Pilihan akomodasi ini memberi keleluasaan bagi delegasi maupun peserta acara yang menginap beberapa hari.
Untuk ruang acara, tersedia lebih dari 2.500 meter persegi area pertemuan. Astor Ballroom menjadi ruang terbesar dengan kapasitas lebih dari 1.000 tamu. Ballroom ini punya instalasi langit-langit karya pembuat kaca asal Republik Ceko, LASVIT, yang terinspirasi letak Indonesia di kawasan Cincin Asia Pasifik (Ring of Fire).
Selain Astor Ballroom, ada Caroline Astor Ballroom yang dilengkapi area resepsi dan ruang VIP. Ruang ini cocok untuk konferensi berskala menengah, peluncuran produk, hingga pertemuan eksklusif. Sembilan ruang pertemuan dan breakout room melengkapi kebutuhan rapat eksekutif, lokakarya perusahaan, dan acara privat.
Jejak Acara Internasional di Astor Ballroom
Astor Ballroom bukan ruang tanpa rekam jejak. Ruang ini pernah menjadi tempat Pertemuan Menteri Kesehatan ASEAN ke-15 (15th ASEAN Health Ministers Meeting), Southeast Asia Policy Dialogue on Early Childhood Care and Education, 2025 Forbes Global CEO Conference, dan 2026 SCMP China Conference Southeast Asia.
Tim khusus acara mendampingi proses perencanaan hingga pelaksanaan. Seluruh hidangan dikurasi mengikuti selera penyelenggara, mulai dari menu coffee break, business lunch, hingga gala dinner dan cocktail reception. Layanan personal datang lewat St. Regis Butler Service yang hadir secara antisipatif.
Padukan Agenda Bisnis dengan Wisata Budaya
Peserta bisa memperluas pengalaman MICE ke luar ruang pertemuan. The St. Regis Jakarta menawarkan tur bus terbuka untuk melihat sejumlah landmark Jakarta, atau kunjungan ke Kota Tua Jakarta dan Museum Fatahillah dengan makan siang di Café Batavia.
Pengalaman budaya juga tersedia lewat lokakarya membatik di Museum Tekstil. Program ini bisa disesuaikan dengan rangkaian acara dan kebutuhan peserta, sehingga agenda MICE tidak hanya berfokus pada pertemuan formal.
Multi-Property Director of Sales and Marketing The St. Regis Jakarta, Juliet Mangowal, menekankan nilai tambah dari perpaduan tersebut.
"Jakarta memiliki daya tarik yang beragam untuk mendukung kegiatan MICE. Selain fasilitas pertemuan dan layanan hotel, peserta juga dapat menikmati pengalaman yang memperkenalkan kekayaan budaya dan karakter kota ini. Perpaduan tersebut dapat menjadi nilai tambah bagi penyelenggara acara yang ingin menghadirkan pengalaman lebih menyeluruh bagi para peserta," ujar Juliet dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/10/2026).
Pengakuan Industri dan Jaringan Marriott
The St. Regis Jakarta meraih predikat Four-Star Hotel dari Forbes Travel Guide dan One MICHELIN Key. Hotel ini juga dinobatkan sebagai #1 Best Hotels in Southeast Asia in Condé Nast Traveler Readers' Choice Awards (US) 2026.
Di Jakarta, Marriott International yang merupakan pemilik The St. Regis mengoperasikan hampir 20 properti. Jaringan ini memperluas opsi akomodasi dan ruang pertemuan bagi penyelenggara acara yang membawa delegasi dalam jumlah besar.
Bagi traveler yang datang untuk urusan kerja, kombinasi ruang pertemuan berkapasitas besar dan akses ke destinasi budaya membuat Jakarta layak dipertimbangkan sebagai tuan rumah acara. Durasi ideal untuk memadukan agenda bisnis dan wisata budaya di ibu kota berkisar tiga hingga empat hari, cukup untuk satu hari penuh menjelajah Kota Tua dan Museum Tekstil di sela rangkaian pertemuan.