Pencarian

IKPP Serang Raih Penghargaan CSR dari Bupati Serang di HUT Kabupaten Serang ke-500

Sabtu, 10 Oktober 2026 • 10:43:31 WIB
IKPP Serang Raih Penghargaan CSR dari Bupati Serang di HUT Kabupaten Serang ke-500
Penghargaan CSR diserahkan kepada IKPP Serang Mill dalam Sidang Paripurna HUT Kabupaten Serang ke-500 di Gedung DPRD Kabupaten Serang, Kamis (8/10).

PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (IKPP) Serang Mill menerima penghargaan dari Bupati Serang atas program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dinilai tepat sasaran. Penghargaan diserahkan dalam Sidang Paripurna Peringatan Hari Jadi Kabupaten Serang ke-500 di Gedung DPRD Kabupaten Serang, Banten, Kamis (8/10). Apresiasi ini menjadi motivasi perusahaan untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.

SERANG — Penghargaan tersebut diterima IKPP Serang Mill, unit usaha APP Group, dalam Sidang Paripurna Peringatan Hari Jadi Kabupaten Serang ke-500. Humas PT IKPP Serang Mill, Dani Kusumah, menyebut apresiasi dari pemerintah daerah menjadi pendorong bagi perusahaan untuk meningkatkan program pemberdayaan masyarakat.

"PT Indah Kiat yang menyelenggarakan CSR di wilayah Kabupaten Serang akan lebih semangat lagi, terhadap apresiasi yang diberikan oleh pemerintah daerah," kata Dani dalam keterangannya.

Vittaloka, Anyaman Bambu dari Desa Tegal Maja

Salah satu program yang dinilai tepat sasaran adalah pengembangan UMKM di Desa Tegal Maja melalui kerajinan anyaman bambu dan tali kertas sisa produksi perusahaan. Produk kerajinan itu diberi nama Vittaloka.

Dani menjelaskan program ini dikembangkan berdasarkan potensi dan kearifan lokal masyarakat Desa Tegal Maja yang memiliki keterampilan menganyam bambu secara turun-temurun. Perusahaan mendukung keterampilan itu melalui penyediaan bahan baku serta fasilitasi pemasaran produk.

"Karena, kita melihatnya sebagai potensi kearifan lokal, dimana masyarakat Desa Tegal Maja awalnya dari leluhur atau nenek moyangnya yang merupakan pengayam bambu," ujarnya.

Bahan Baku dari Tali Kertas Sisa Produksi

Bahan baku kerajinan berasal dari tali kertas bekas yang digunakan perusahaan dalam proses pemotongan kertas. Material itu kemudian dimanfaatkan warga untuk membuat tas anyaman dan berbagai produk kerajinan lain.

"Pemanfaatan material tersebut menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya," jelas Dani.

Produk Vittaloka telah digunakan sebagai cendera mata oleh sejumlah instansi pemerintah daerah. IKPP Serang Mill juga memfasilitasi UMKM binaan mengikuti berbagai pameran, termasuk di tingkat nasional.

"Salah satunya adalah pameran Inacraft di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 7–11 Oktober 2026, yang menampilkan produk Vittaloka dari Desa Tegal Maja," tambah Dani.

Wisatawan Mancanegara hingga Pasar Timur Tengah

Pengembangan kerajinan berbasis potensi lokal itu menarik kunjungan wisatawan dari sejumlah negara, antara lain Jepang, India, Inggris, Amerika Serikat, dan China ke Desa Tegal Maja.

Selain di Desa Tegal Maja, PT IKPP Serang Mill menjalankan program pemberdayaan masyarakat di sejumlah wilayah sesuai potensi usaha masing-masing. Di Desa Kadikaran, Kecamatan Ciruas, perusahaan membina warga mengolah kayu bekas peti kemas menjadi produk kerajinan dan karya seni.

"Produk tersebut telah dipasarkan ke sejumlah negara Timur Tengah, termasuk Arab Saudi dan India," tutur Dani.

Di wilayah Kragilan, perusahaan bekerja sama dengan Mitra Kreasi dalam pengelolaan bahan baku kertas. Melalui berbagai program tersebut, PT IKPP Serang Mill mendukung pengembangan usaha masyarakat dengan memanfaatkan keterampilan lokal dan material yang tersedia.

Follow www.lensabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: banten.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks