Pencarian

BULOG Salurkan 180 Ton Jagung SPHP, Beli Telur Peternak Rp 30 Miliar

Kamis, 05 November 2026 • 15:03:31 WIB
BULOG Salurkan 180 Ton Jagung SPHP, Beli Telur Peternak Rp 30 Miliar
Perum BULOG menyalurkan 180 ton jagung SPHP kepada 18 koperasi peternak ayam petelur mikro di Blitar, Jawa Timur.

BANTEN — Perum BULOG menyalurkan 180 ton jagung Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada 18 koperasi peternak ayam petelur mikro di Blitar, Jawa Timur, Kamis (5/11), sekaligus membeli telur senilai Rp 30 miliar untuk seluruh Indonesia hingga Desember 2026. Program bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan ID FOOD ini menyasar peternak skala mikro yang selama ini terhimpit biaya pakan. Bagi peternak, harga jagung Rp 5.000 per kilogram di gudang BULOG jadi ruang untuk menjaga produksi tetap jalan.

Kegiatan bertajuk Sinergi BUMN Pangan Bersama Peternak Ayam Petelur Mikro itu melibatkan Kementerian Pertanian, Bapanas, BULOG, dan ID FOOD. Tujuannya memperkuat ekosistem peternakan rakyat dari hulu ke hilir, bukan hanya menjaga pasokan di pasar.

Harga Jagung Rp 5.000 per Kilogram

Lewat program SPHP jagung, BULOG menyediakan jagung pakan dengan harga Rp 5.000 per kilogram di gudang BULOG bagi peternak mikro sesuai ketentuan yang berlaku. Pakan menjadi salah satu komponen biaya terbesar dalam usaha ayam petelur, sehingga selisih harga yang terjangkau langsung memberi napas bagi peternak.

Penyaluran 180 ton jagung kepada 18 koperasi di Blitar menjadi contoh awal. Skema ini dirancang agar peternak punya ruang lebih besar menjaga produktivitas tanpa harus menekan biaya di sisi lain.

Dari sisi penyerapan, pembelian telur senilai Rp 30 miliar memastikan hasil produksi peternak mikro punya pasar. Kombinasi dua intervensi itu menyeimbangkan biaya produksi di hulu dan keberlanjutan pasar di hilir.

Siapa yang Merasakan Manfaatnya

Peternak ayam petelur skala mikro menjadi pihak paling langsung merasakan program ini. Mereka selama ini kesulitan mendapatkan pakan dengan harga stabil, sementara posisi tawar terhadap pembeli telur relatif lemah. Dengan jagung murah dan pembelian telur oleh BULOG serta ID FOOD, arus kas usaha mereka lebih terjaga.

Koperasi peternak berperan sebagai perantara penyaluran. Lewat 18 koperasi di Blitar, jagung SPHP didistribusikan ke anggota, sementara pembelian telur menyasar peternak mikro di berbagai wilayah Indonesia secara bertahap.

Masyarakat luas ikut terdampak dari sisi ketersediaan pangan. Pasokan telur yang stabil membantu menjaga harga di tingkat konsumen, sejalan dengan fungsi stabilisasi yang dijalankan Bapanas.

Dialog dengan Peternak

Selain penyerahan simbolis, forum di Blitar dibuka untuk dialog interaktif antara pemerintah dan perwakilan peternak dari sejumlah wilayah, baik yang hadir langsung maupun mengikuti secara daring. Masukan dari lapangan menjadi bahan evaluasi agar penyaluran jagung SPHP tepat sasaran.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, menegaskan posisi peternak mikro dalam kekuatan pangan nasional.

"Peternak mikro merupakan bagian penting dari kekuatan pangan nasional. Pemerintah hadir dengan membangun ekosistem peternak dari hulu sampe hilir, melibatkan BUMN Pangan. Melalui sinergi Kementan, Bapanas, BULOG, dan ID FOOD, kita ingin peternak semakin kuat, usahanya berkembang, dan kesejahteraannya meningkat," tegasnya.

Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, menyebut stabilitas pangan tidak cukup diukur dari ketersediaan komoditas di pasar. Pelaku usaha di tingkat produksi, menurutnya, harus mendapat dukungan agar terus berkembang.

"Melalui program SPHP Jagung, kami ingin membantu peternak mikro mendapatkan bahan baku pakan dengan harga yang lebih terjangkau. Dengan penyaluran jagung SPHP dan sinergi pembelian telur, kami ingin membantu menjaga keberlanjutan produksi peternak sekaligus memperkuat ketersediaan pangan bagi masyarakat," ujar Ahmad Rizal.

Target hingga Desember 2026

BULOG berkomitmen menjaga koordinasi dengan pemerintah, Bapanas, BUMN pangan, dan koperasi peternak agar penyaluran jagung SPHP berjalan transparan dan tepat sasaran. Pembelian telur senilai Rp 30 miliar akan berlangsung bertahap sampai Desember 2026.

Bagi peternak mikro, kepastian harga pakan dan pasar telur menjadi dua hal yang menentukan apakah usaha mereka bisa bertahan. Program ini memposisikan BULOG bukan hanya sebagai penjaga stok pangan, tetapi juga penopang rantai produksi di tingkat paling bawah.

Follow www.lensabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks