TANGERANG — Gebyar BLK Kota Tangerang 2026 digelar sebagai ajang apresiasi bagi alumni pelatihan sekaligus panggung perlombaan keterampilan. Sejumlah alumni yang berhasil menembus pasar kerja luar negeri menjadi sorotan utama dalam kegiatan di Tangerang Convention Center tersebut.
Sachrudin menyebut keberhasilan alumni yang bekerja di Jepang sebagai kebanggaan tersendiri bagi Pemkot Tangerang. Menurutnya, mereka memanfaatkan keterampilan bahasa yang diperoleh melalui pelatihan BLK untuk melamar pekerjaan secara mandiri.
"Tadi kita lihat juga ada yang sudah sampai ke Jepang, ini melalui BLK Kota Tangerang. Dia belajar bahasa Jepang, nah sekarang sudah bisa bekerja, dia melamar secara mandiri," ujar Sachrudin.
Kreasi Rasa Nusantara dan Romansa Warnai Gebyar BLK 2026
Gebyar BLK tahun ini menghadirkan kreativitas masyarakat melalui bidang tata boga bertema Kreasi Rasa Nusantara serta tata busana bertema Romansa. Sachrudin menilai kemampuan teknis perlu didukung kreativitas dan inovasi agar menghasilkan karya bernilai ekonomi.
"Keterampilan memasak dapat tumbuh menjadi usaha kuliner, sementara kemampuan menjahit dan merancang busana dapat membuka peluang di industri kreatif," jelasnya.
Ia berharap kualitas pelatihan BLK semakin relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Kolaborasi dengan berbagai pihak serta pendampingan terhadap alumni perlu diperkuat agar keterampilan yang diperoleh benar-benar berujung pada penyerapan tenaga kerja maupun penciptaan lapangan pekerjaan.
"Keberhasilan BLK tidak cukup diukur dari jumlah peserta yang dilatih atau sertifikat yang diterbitkan, tetapi dari berapa banyak alumni yang terserap bekerja, mampu berwirausaha, dan meningkatkan kesejahteraan," tegas Sachrudin.
900 Lulusan Pelatihan Kewirausahaan, 500 Lulusan Berbasis Kompetensi
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang Ujang Hendra Gunawan menyebut Gebyar BLK merupakan bentuk apresiasi terhadap alumni yang telah mengikuti berbagai program pelatihan. Penghargaan tahun ini diberikan melalui sejumlah kategori yang melibatkan peserta dari kalangan ibu rumah tangga hingga generasi Z.
Beberapa bidang yang ditampilkan di antaranya menjahit, tata boga, content creator, dan pelatihan bahasa. Para alumni berkesempatan menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus berkompetisi memperebutkan juara di masing-masing kategori.
"Ini adalah sebagai jawaban dari beberapa orang yang mempertanyakan apakah mengikuti pelatihan di BLK itu ada manfaatnya," ungkap Ujang.
Jumlah lulusan pelatihan BLK setiap tahunnya cukup besar. Untuk pelatihan berbasis kewirausahaan, jumlahnya sekitar 900 orang, sedangkan pelatihan berbasis kompetensi mencapai sekitar 500 orang. Pada tahun-tahun sebelumnya, jumlah peserta pelatihan yang difasilitasi Pemkot Tangerang pernah menembus lebih dari 2.000 orang.
Content Creator hingga Dasar AI Masuk Kurikulum Pelatihan
Disnaker mulai memperluas pelatihan yang menyesuaikan perkembangan teknologi. Materi yang diajarkan mencakup content creator, digital marketing, semi-programmer, hingga pengenalan dasar kecerdasan buatan atau artificial intelligence.
Ujang juga mengungkapkan rencana memperkuat pelatihan bahasa pada 2027. Langkah tersebut menjadi salah satu strategi menghadapi perubahan kondisi industri di Kota Tangerang, termasuk sejumlah industri yang berpindah ke daerah lain dan berpotensi berdampak terhadap tenaga kerja.
Penguasaan bahasa asing dinilai dapat menjadi bekal bagi masyarakat yang ingin mencari peluang pekerjaan di luar negeri. Kesempatan kerja internasional disebut sebagai alternatif bagi pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja.