Pencarian

26 Tahun Banten dan Radar Banten: Dua Entitas Sebaya yang Tumbuh Seiring Seperjalanan

Jumat, 02 Oktober 2026 • 15:01:01 WIB
26 Tahun Banten dan Radar Banten: Dua Entitas Sebaya yang Tumbuh Seiring Seperjalanan
Pemimpin Redaksi Radar Banten Aditya Ramadhan menyampaikan refleksi perjalanan 26 tahun Provinsi Banten dan Radar Banten.

SERANG — Pemimpin Redaksi Radar Banten Aditya Ramadhan menyebut perjalanan Provinsi Banten dan koran tempatnya bekerja sebagai dua entitas sebaya yang tumbuh hampir bersamaan. Ungkapan luhur "Ka cai jadi saleuwi, ka darat jadi salebak" dipakai untuk menggambarkan semangat kebersamaan itu: ke mana pun pergi, dalam keadaan apa pun, tetap bersama dan saling menguatkan.

Radar Banten pertama kali terbit pada 2 Juni 2000. Provinsi Banten resmi berdiri pada 4 Oktober 2000, hanya beberapa bulan setelah koran itu hadir di tengah masyarakat.

Banten Tahun 2000: Dinamika yang Belum Seramai Sekarang

Pada tahun 2000, lalu lintas di Banten belum sepadat hari ini. Teknologi informasi belum masuk ke hampir setiap sudut kehidupan. Berita tentang Banten pun masih sangat terbatas dibandingkan sekarang.

Di tengah lanskap itulah gagasan tentang Banten sebagai sebuah provinsi diperjuangkan banyak orang dari berbagai profesi dan kalangan. Ada tokoh yang bergerak melalui jalur politik, ada kelompok masyarakat yang menyampaikan aspirasi, ada ribuan mahasiswa yang bersuara.

Radar Banten hadir dan mencatat semua itu ketika ceritanya sedang berlangsung. Wartawan menemui kelompok masyarakat, menggali aspirasi, dan memberitakan perjuangan pembentukan Provinsi Banten kepada publik.

Dari Koran Pagi ke Kanal Digital: Apa yang Berubah dan Apa yang Tetap

Dua puluh enam tahun kemudian, wajah Banten jauh berubah. Jalan semakin panjang, kota semakin ramai, kawasan industri berkembang, perguruan tinggi bertambah, dan investasi bergerak. Pemerintahan daerah pun terus berusaha menjawab persoalan yang semakin kompleks.

Radar Banten berubah bersama zamannya. Dari koran yang dahulu hadir di pagi hari, kini pemberitaan Banten bergerak melalui media daring, media sosial, dan berbagai kanal informasi. Masyarakat bisa mengetahui sebuah peristiwa hampir seketika setelah terjadi.

Namun ada satu hal yang tidak berubah: masyarakat tetap ingin didengar.

Di Balik Berita Jalan Rusak dan Banjir, Ada Warga yang Menunggu

Di balik berita tentang jalan rusak, ada warga yang setiap hari melewatinya. Di balik berita tentang banjir, ada keluarga yang harus menyelamatkan barang-barangnya. Di balik berita tentang sekolah atau pelayanan kesehatan, ada orang tua yang sedang berharap pemerintah memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya.

Aditya menegaskan bahwa kerja jurnalistik para wartawan Radar bukan hanya soal menemukan berita. Ada pekerjaan yang jauh lebih sederhana, tetapi sering kali lebih penting: duduk, mendengar, bertanya, memahami, lalu membawa cerita masyarakat itu ke ruang publik.

Hubungan Pemerintah dan Media: Tidak Harus Selalu Sepakat

Di balik sebuah kebijakan, ada perencanaan, anggaran, kewenangan, keterbatasan, dan tanggung jawab yang tidak selalu dapat dijelaskan hanya melalui satu berita. Pemerintah Provinsi Banten membutuhkan ruang untuk menjelaskan apa yang sedang dikerjakan, sementara masyarakat membutuhkan pers untuk membantu memahami sekaligus mengawasi.

"Media tidak harus selalu memuji pemerintah. Pemerintah juga tidak perlu alergi terhadap kritik," tulis Aditya dalam artikel refleksi 26 tahun Radar Banten.

Kritik yang disampaikan dengan catatan, data, dan niat memperbaiki dinilai dapat menjadi teman perjalanan bagi sebuah pemerintahan. Sebaliknya, pers juga perlu memiliki keberanian untuk mengabarkan keberhasilan pemerintah secara jujur.

Aditya mengingatkan agar media tidak terlalu sibuk mencari kekurangan hingga lupa bahwa di banyak tempat terdapat aparatur yang bekerja sungguh-sungguh. Ada program yang memberikan manfaat, ada masyarakat yang merasakan perubahan, tetapi jarang mendapatkan ruang pemberitaan.

Makna Sinergi yang Sebenarnya

Bagi Aditya, sinergi bukan berarti pemerintah dan media harus selalu sepakat. Melainkan keduanya mampu menjalankan peran masing-masing dengan tetap membuka ruang dialog, kritik, koreksi, dan apresiasi.

Perjalanan 26 tahun Provinsi Banten dan Radar Banten disebutnya sebagai cerita besar yang melibatkan Pemerintah Provinsi Banten, seluruh pemerintah kabupaten dan kota, serta masyarakat Banten yang ikut menjadi bagian di dalamnya.

Follow www.lensabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarbanten.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks