Pencarian

Festival Maulid Nusantara ke-7 di Kota Tangerang Angkat Pesan Persatuan, Rangkaian Puncak Digelar 25 Agustus

Minggu, 23 Agustus 2026 • 01:55:01 WIB
Festival Maulid Nusantara ke-7 di Kota Tangerang Angkat Pesan Persatuan, Rangkaian Puncak Digelar 25 Agustus
Ribuan warga menghadiri pembukaan Festival Maulid Nusantara ke-7 di Taman Elektrik, Kota Tangerang, Jumat malam (21/8/2026).

TANGERANG — Ribuan warga memadati Taman Elektrik, Kota Tangerang, pada Jumat malam (21/8/2026) untuk mengikuti pembukaan Festival Maulid Nusantara ke-7. Kegiatan tahunan ini mengusung pesan utama tentang penguatan silaturahmi dan keteladanan akhlak Rasulullah SAW di tengah suasana bulan kemerdekaan.

Wali Kota Tangerang Sachrudin yang hadir bersama Wakil Wali Kota Maryono dan Sekretaris Daerah Herman Suwarman menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi kali ini memiliki makna yang beriringan dengan semangat perjuangan kemerdekaan.

“Kalau kemerdekaan mengajarkan kita tentang perjuangan, persatuan dan gotong royong, maka Maulid mengingatkan kita kepada akhlak Rasulullah SAW, tentang kejujuran, kedamaian dan bagaimana kita dapat memperkuat keimanan,” ujar Sachrudin saat membuka festival.

Puncak Acara: Arak-arakan Gunungan dari Tiga Masjid

Ketua Pelaksana Festival Maulid Nusantara ke-7, Midyani, mengatakan kegiatan ini menjadi upaya mempertahankan tradisi keagamaan dan kearifan lokal di tengah perkembangan Kota Tangerang sebagai kota metropolitan. Festival melibatkan kolaborasi GP Ansor Kota Tangerang dengan tiga masjid, yakni Masjid Al-Ittihad, Masjid Raya Al Azhom, dan Masjid Jami Kali Pasir.

Puncak perayaan akan digelar pada 25 Agustus 2026 atau bertepatan dengan 12 Rabiul Awal melalui arak-arakan gunungan dari ketiga masjid tersebut. Rangkaian kegiatan selama lima hari juga diisi lomba kuliner Nusantara, bahtsul masail, dan pembacaan Akidatul Awam yang melibatkan masyarakat serta generasi muda.

Makna Kemerdekaan dan Keteladanan Rasulullah

Sachrudin menilai 81 tahun kemerdekaan Indonesia tidak cukup dimaknai melalui kegiatan seremonial belaka. Semangat perjuangan para pendahulu perlu diteruskan melalui persatuan dan kontribusi nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengajak masyarakat meneladani Rasulullah SAW dengan menjadi pribadi yang bermanfaat, menjaga keharmonisan keluarga, serta menciptakan lingkungan yang aman dan penuh kepedulian. Festival ini diharapkan menjadi ruang mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

Dukungan Pemkot untuk Organisasi Kepemudaan

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangerang Kaonang menyatakan dukungannya terhadap kegiatan yang melibatkan organisasi kepemudaan, termasuk GP Ansor. Pihaknya berharap festival ini mampu berkembang dan menarik peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

“Kita dalam upaya terus memberdayakan OKP yang menjadi binaan Dispora, salah satunya adalah GP Ansor. Ini kegiatan tahunan dan kita berharap mampu bermetamorfosis dari tahun ke tahun,” kata Kaonang. Sejumlah perlombaan dalam festival ini juga diikuti santri dari luar Kota Tangerang.

Kegiatan yang dihadiri unsur Forkopimda, ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga ini menjadi bukti bahwa tradisi keagamaan tetap hidup di tengah denyut kota metropolitan. “Walaupun kita kota metropolitan, tidak meninggalkan kearifan lokal. Budaya yang diwariskan turun-temurun oleh orang tua kita adalah mensyiarkan agama Islam,” ujar Midyani.

Follow www.lensabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: vivabanten.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks