BANTEN — Channel 4 menghentikan Married at First Sight U.K. setelah penyelidikan BBC Panorama mengungkap tiga dugaan kekerasan seksual selama produksi acara. Keputusan diambil menyusul dua tinjauan independen yang menyoroti kelemahan protokol kesejahteraan peserta. CEO Priya Dogra menyebut format yang bertahan sepuluh tahun itu telah selesai dan anggarannya akan dialihkan ke program baru.
Channel 4 mengonfirmasi penghentian versi Inggris Married at First Sight atau MAFS UK melalui pernyataan resmi yang dirilis setelah kedua tinjauan independen rampung. Acara yang diproduksi CPL untuk Channel 4 itu mengadaptasi format Australia, mempertemukan dua orang asing yang baru bertemu di hari pernikahan sebelum menjalani hidup bersama.
Keputusan penghentian muncul setelah BBC melalui program dokumenter Panorama merilis investigasi yang menyebut adanya tiga dugaan kekerasan seksual selama produksi berlangsung. Pihak pria yang dituduh membantah seluruh tuduhan, sementara laporan menyebut pengaduan para perempuan saat itu belum dilaporkan ke polisi.
Channel 4 menugaskan dua tinjauan terpisah untuk menelusuri skandal tersebut. Tinjauan pertama dijalankan firma hukum Clyde & Co untuk memeriksa apakah protokol kesejahteraan peserta memenuhi kewajiban duty of care sesuai ketentuan regulator media Ofcom.
Tinjauan kedua dipimpin Lorraine Heggessey, mantan pengendali BBC One, untuk menilai apakah perubahan pada acara dapat memperkuat perlindungan bagi para kontestan. Hasilnya, kedua tinjauan dinilai membersihkan Channel 4 dari pelanggaran, tetapi rekomendasi Heggessey dianggap terlalu berat untuk diterapkan.
Sejumlah usulan muncul dari tinjauan kedua, termasuk perekaman peserta selama 24 jam penuh dan penempatan pasangan di kamar tidur terpisah pada malam pernikahan mereka. Menurut Channel 4, penerapan menyeluruh aturan itu memunculkan pertanyaan mendasar soal proposisi editorial acara.
Priya Dogra, CEO Channel 4 yang baru menjabat beberapa bulan sebelum tuduhan mencuat, menyampaikan pernyataan resmi terkait keputusan tersebut.
"Meski tinjauan memuji protokol kesejahteraan yang ada dan tidak menemukan pelanggaran Kode Ofcom atau bahwa format ini secara inheren tidak aman, saya harus mempertimbangkan kapan waktu yang tepat bagi Channel 4 untuk beralih dari sebuah format," kata Dogra.
"Rekomendasinya sangat masuk akal dan bisa dijalankan, tetapi mempertimbangkan implementasi menyeluruhnya memunculkan pertanyaan fundamental tentang proposisi editorial sebuah acara yang, menurut saya, kini telah mencapai akhir perjalanannya selama sepuluh tahun."
Dana produksi MAFS UK tidak akan dipakai lagi untuk format tersebut. Channel 4 menyatakan anggaran itu akan diinvestasikan ulang guna mencari generasi baru program televisi Inggris yang khas dan disruptif.
"Channel 4 selalu berkembang lewat reinvensi dan ini adalah momen untuk memulai era baru pembaruan kreatif, menggunakan anggaran yang cukup besar untuk menemukan generasi berikutnya televisi Inggris yang khas dan disruptif," ujar Dogra dalam pernyataan yang sama.
Penghentian MAFS UK menutup perjalanan format yang bertahan sepuluh tahun di layar Channel 4. Keputusan ini juga menandai tekanan yang makin besar pada acara realitas di Inggris untuk memenuhi standar perlindungan peserta di bawah pengawasan Ofcom.