IHSG Melonjak 1,96% ke 5.016 pada Sesi I, Empat Saham Mentok ARA

Penulis: Tedy Rustandi  •  Kamis, 05 November 2026 | 12:34:01 WIB
IHSG menguat 1,96% ke level 5.016,17 pada sesi I perdagangan Kamis (5/11/2026).

BANTEN — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tajam 96,4 poin atau 1,96% ke level 5.016,17 pada sesi I perdagangan Kamis (5/11/2026). Penguatan dipicu lonjakan sektor barang baku sebesar 4,22% yang menopang hampir seluruh sektor saham di bursa. Sebanyak 431 saham naik, dengan empat di antaranya mentok di batas auto rejection atas (ARA).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG bergerak di rentang 4.995 hingga 5.072 sepanjang sesi I. Indeks acuan saham unggulan LQ45 ikut melejit 2,37%, menandakan penguatan kali ini merata ke saham-saham berkapitalisasi besar.

Volume perdagangan tercatat 14,89 miliar lembar saham dengan nilai transaksi Rp 6,02 triliun. Frekuensi perdagangan mencapai 827.816 transaksi, sementara 189 saham turun dan 94 saham stagnan.

Sektor Barang Baku Pimpin Penguatan, Infrastruktur Justru Melemah

Mayoritas sektor saham menghijau pada penutupan sesi I. Sektor barang baku memimpin dengan lonjakan 4,22%, disusul barang primer 1,9%, perindustrian 1,57%, keuangan 0,91%, dan transportasi 0,86%.

Di kubu sebaliknya, tiga sektor tertekan. Sektor infrastruktur turun 0,24%, barang konsumsi non primer 0,17%, dan teknologi 0,15%.

Delapan Saham Cuan Gede, Empat di Antaranya ARA

Delapan saham masuk daftar top gainers sesi I, dengan empat saham mentok di batas ARA. Berikut rinciannya:

  • Empat saham ARA — mencatat kenaikan maksimal sesuai batas auto rejection yang ditetapkan BEI
  • Empat saham top gainers lainnya — mencatat penguatan signifikan namun belum menyentuh batas ARA

Daftar lengkap saham top gainers beserta persentase kenaikannya belum dirinci dalam data yang dihimpun. Namun posisi empat saham ARA menunjukkan minat beli yang sangat kuat pada saham-saham tertentu, terutama yang terkait sektor barang baku.

Bursa Asia Beragam, Hang Seng Melonjak 3,26%

Pergerakan indeks saham Asia pada sesi yang sama tidak seragam. Straits Times (Singapura) naik 0,25% dan Hang Seng (Hong Kong) melonjak 3,26%.

Sebaliknya, Nikkei (Jepang) ambrol 1,54% dan Shanghai (China) terkoreksi 0,22%. Divergensi ini menunjukkan sentimen pasar Asia masih terbelah, dengan Hong Kong dan Singapura menikmati aliran dana sementara Jepang dan China tertahan.

Apa Artinya bagi Investor

Penguatan IHSG hampir 2% dalam satu sesi, ditopang sektor barang baku, memberi sinyal bahwa investor mulai mengakumulasi saham-saham siklikal. Lonjakan LQ45 sebesar 2,37% mengindikasikan dana asing maupun domestik masuk ke saham blue chip, bukan hanya saham lapis kedua.

Namun pelemahan sektor infrastruktur dan teknologi perlu dicermati. Kedua sektor ini sensitif terhadap ekspektasi suku bunga dan belanja pemerintah, sehingga arah pergerakannya pada sesi II akan menjadi indikator apakah penguatan kali ini berlanjut atau hanya bersifat sesaat.

Bagi pelaku pasar, nilai transaksi Rp 6,02 triliun pada sesi I tergolong moderat. Angka ini menunjukkan penguatan indeks lebih didorong kenaikan harga saham tertentu ketimbang lonjakan volume transaksi secara menyeluruh.

Reporter: Tedy Rustandi
Sumber: investor.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top