TANGERANG — Pondok Pesantren Daarul Falahiyyah di Cisoka menjadi lokasi peringatan Maulid Nabi sekaligus haul ke-12 Abuya KH Gomrowi bin KH Muhammad. Wagub Banten Achmad Dimyati Natakusumah hadir langsung dan menyampaikan ceramah di hadapan jamaah.
Dimyati menyebut jabatan, pangkat, rumah mewah, kendaraan, dan harta berlimpah tidak akan ikut ketika seseorang meninggal dunia. Menurutnya, hanya tiga hal yang benar-benar menyelamatkan manusia di akhirat.
Dalam sambutannya, Dimyati merinci tiga perkara yang dimaksud. Pertama, amal saleh yang dikerjakan selama hidup. Kedua, ilmu yang bermanfaat dan terus mengalir pahalanya. Ketiga, anak berbakti yang senantiasa mendoakan orang tuanya.
"Rumah besar tidak terbawa, mobil banyak tidak terbawa, harta berlimpah juga tidak terbawa. Apa yang akan terbawa? Yang terbawa adalah amal saleh, ilmu yang bermanfaat, serta anak yang saleh dan salehah," ungkap Wagub Dimyati.
Ia menegaskan kemuliaan seseorang di hadapan Allah SWT tidak ditentukan kedudukan atau jabatan. Yang menentukan adalah keimanan, ketakwaan, dan amal perbuatannya.
"Jadi, Saudara-saudara sekalian, itu yang bisa menyelamatkan. Bukan yang berpangkat, bukan wakil gubernur yang bisa mendapatkan kemuliaan dari Allah. Namun, yang dimuliakan oleh Allah adalah mereka yang memiliki keimanan dan ketakwaan," katanya.
Dimyati mengajak jamaah mengambil pelajaran dari keteladanan para ulama, termasuk nilai kebaikan yang diwariskan almarhum Abuya Gomrowi. Salah satunya pentingnya menjaga bakti kepada orang tua serta menyayangi keluarga, saudara, dan sahabat.
Rasulullah SAW, lanjut Dimyati, selalu mengajarkan pentingnya membangun persaudaraan dan menumbuhkan rasa kasih sayang terhadap sesama.
"Kita umat Islam semuanya bersaudara. Kita sudah diajarkan Rasulullah melalui momentum Maulid ini agar saling mencintai dan bersaudara," imbuhnya.
Dimyati meminta peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dijadikan momentum mencintai Rasulullah dan meneladani akhlaknya. Empat sifat utama Rasulullah, yakni sidik, amanah, fatanah, dan tablig, harus diterapkan dalam menjalankan amanah sebagai pejabat maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
"Kalau tidak memiliki sifat sidik, amanah, fatanah, dan tablig seperti yang dicontohkan Rasul, baik sebagai pejabat maupun apa pun, maka akan rusak. Jangankan nanti di akhirat, di dunia saja bisa bermasalah," tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, Wagub Dimyati mengapresiasi penyelenggaraan Maulid Nabi dan Haul Akbar tersebut. Kegiatan keagamaan dinilai menjadi sarana penting untuk menambah ilmu pengetahuan sekaligus meningkatkan kecerdasan emosional dan spiritual masyarakat.
"Kalau masyarakatnya memiliki ilmu, kecerdasan, dan pengetahuan, ditambah lagi kecerdasan emosional serta kecerdasan spiritual, maka Banten ini akan maju," tutupnya.