BANTEN — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup pekan 5-9 Oktober 2026 di level 6.093 atau menguat 0,94% dibandingkan pekan sebelumnya. Penguatan indeks dibarengi kenaikan kapitalisasi pasar BEI menjadi Rp10.701 triliun, sementara rata-rata nilai transaksi harian melonjak 28,52% menjadi Rp16,23 triliun.
Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan IHSG bergerak fluktuatif sepanjang pekan sebelum akhirnya finis di zona hijau. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.216 dan terendah 5.995 dalam periode yang sama.
Kenaikan indeks berbanding lurus dengan nilai kapitalisasi pasar BEI yang naik 0,69% dari Rp10.627 triliun pada pekan sebelumnya. Dalam denominasi dolar AS, kapitalisasi pasar juga meningkat 0,77% menjadi USD598 miliar.
Peningkatan aktivitas perdagangan tercermin dari rata-rata nilai transaksi harian yang naik dari Rp12,63 triliun menjadi Rp16,23 triliun. Kenaikan tersebut setara dengan tambahan nilai transaksi sekitar Rp3,60 triliun per hari.
Namun, rata-rata volume transaksi harian justru turun 7,62% menjadi 46,53 miliar saham dari 50,37 miliar saham pada pekan sebelumnya. Artinya, nilai transaksi naik meski jumlah saham yang diperdagangkan berkurang, mengindikasikan pergerakan ke saham-saham berharga lebih tinggi.
Meski IHSG menguat dan nilai transaksi melonjak, investor asing belum kembali masuk ke pasar domestik. Sepanjang pekan ini, asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp2,45 triliun.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan net sell pekan sebelumnya yang mencapai Rp5,04 triliun. Perlambatan laju jual asing ini menjadi sinyal awal bahwa tekanan keluar dana asing mulai mereda, kendati belum berbalik arah menjadi net buy.
Kombinasi indeks yang menguat, nilai transaksi yang naik, dan net sell asing yang menyusut memberi gambaran pasar domestik mulai menyerap tekanan jual. Rata-rata nilai transaksi harian yang lebih tinggi menunjukkan minat pelaku pasar lokal tetap terjaga.
Bagi investor, level 6.093 menjadi titik acuan untuk melihat apakah penguatan berlanjut ke area resistance 6.216 atau kembali tertekan mendekati support 5.995. Volume transaksi yang menurun perlu dicermati karena bisa menandakan partisipasi pasar yang belum sepenuhnya pulih.