SERANG — Kunjungan kerja Komisi V DPRD Provinsi Banten ke SMA Negeri 1 Ciruas menjadi ajang menyerap langsung aspirasi tenaga pendidik. Rombongan diterima jajaran manajemen sekolah dalam diskusi yang dipandu anggota Komisi V, Heri Handoko. Agenda ini menyambung perhatian komisi terhadap persoalan pemerataan mutu pembelajaran dan infrastruktur pendidikan di wilayah Banten.
Menurut Heri Handoko, isu pemerataan mutu pendidikan dan infrastruktur memang masuk dalam agenda pembahasan Komisi V bersama pemangku kepentingan pada Oktober 2026. "Dalam agenda Komisi V pada Oktober 2026, isu pemerataan mutu pendidikan dan infrastruktur juga menjadi bagian pembahasan bersama pemangku kepentingan," ujar Heri Handoko.
Guru SMAN 1 Ciruas Usulkan Penambahan Ruang Digitalisasi
Guru SMA Negeri 1 Ciruas, Tri Gunadi, M.Pd, mengusulkan penambahan ruangan digitalisasi. Saat ini sekolah baru memiliki dua ruangan, sementara kebutuhan idealnya mencapai 16 ruangan.
Anggota Komisi V, Sehat Ganda Mungkur, merespons usulan tersebut. Ia menyatakan akan mengupayakan dan meneruskan permintaan itu ke dinas terkait. Menurutnya, realisasi penambahan ruangan bisa bertahap dan tidak harus langsung terpenuhi seluruhnya.
Tukin Guru P3K Turun dari Rp 2,5 Juta Jadi Rp 1,5 Juta
Persoalan lain datang dari guru P3K, Bangkit, S.Pd. Ia meminta Pemerintah Provinsi Banten meninjau ulang pengurangan tunjangan kinerja yang diterimanya. Nilai tukin disebut turun dari sebelumnya Rp 2,5 juta menjadi Rp 1,5 juta.
Bangkit berharap tukin kembali ke angka awal Rp 2,5 juta demi peningkatan kesejahteraan guru. Sehat Ganda Mungkur menjawab permintaan itu akan diusahakan ke kepala daerah.
SMAN 1 Ciruas Berdiri Sejak 1984, 80 Persen Lulusan Lanjut ke Perguruan Tinggi
Plt Kepala SMA Negeri 1 Ciruas, Mulyadi, S.Pd, M.Pd, menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja Komisi V DPRD Provinsi Banten. Ia juga berterima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi Banten terhadap peningkatan sarana dan prasarana sekolah.
Mulyadi memaparkan profil sekolah. SMA Negeri 1 Ciruas berdiri tahun 1984 dengan luas tanah 2 hektare, memiliki 69 tenaga pendidik dan 19 tenaga kependidikan. Prestasi akademik maupun non akademik telah ditorehkan di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.
Lulusan SMA Negeri 1 Ciruas tahun ini yang diterima di perguruan tinggi negeri dan swasta mencapai sekitar 80 persen. Mulyadi berharap angka itu bertambah pada tahun berikutnya dan sekolahnya menjadi sekolah berprestasi di segala bidang.
Sinergi Sekolah, Pemda, dan DPRD Jadi Kunci
Kepada warga sekolah, Mulyadi menekankan pentingnya menjaga sinergi dan kolaborasi untuk kemajuan SMA Negeri 1 Ciruas. Dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Banten diharapkan memperkuat proses pembelajaran sekaligus memberi lingkungan belajar yang lebih baik bagi peserta didik.
Pihak sekolah turut mengapresiasi para guru dan tenaga kependidikan yang mendukung kelancaran rangkaian kunjungan kerja. Komunikasi dan koordinasi antara sekolah, pemerintah daerah, dan DPRD diharapkan membuat program peningkatan sarana dan mutu pendidikan berjalan terarah serta bermanfaat bagi peserta didik.