BANTEN — Pameran Indonesia Modification & Lifestyle Expo (IMX) 2026 yang berlangsung 9–11 Oktober di ICE BSD City akan diisi oleh Racing Fire Killer (RFK). Bukan sekadar pameran aksesoris, kehadiran RFK di ajang ini membawa solusi untuk salah satu momok terbesar pemilik kendaraan: kebakaran yang muncul dari titik yang tidak terlihat.
Sistem yang ditawarkan RFK mengandalkan Heat Seeking Technology dengan media pemadam Hartindo AF11E. Bahan ini merupakan liquefied clean agent dengan titik didih sekitar 24°C, yang berarti ia aktif bekerja secara otomatis saat mendeteksi kenaikan suhu di area kritis.
Kebakaran kendaraan jarang dimulai dari area yang mudah dilihat. Sumber api biasanya muncul di balik intake manifold, di sekitar turbocharger, sela-sela wiring harness, belakang firewall, hingga bawah dashboard. Area-area ini sulit dijangkau pemadam api konvensional dan sering kali terlambat disadari.
Dengan prinsip kerja yang mengandalkan panas sebagai pemicu, RFK dirancang untuk bereaksi lebih cepat di titik-titik tersebut. Ini berbeda dengan tabung APAR standar yang membutuhkan intervensi manual dan akses fisik ke lokasi api.
Willy Hadiwijaya, CEO RFK, menegaskan bahwa produk ini menyasar pemilik kendaraan yang menaruh perhatian penuh pada setiap detail kendaraannya. "Performa kendaraan dan standar modifikasi di Indonesia terus meningkat pesat. Karena itu, perlengkapan keselamatan di dalam mobil juga harus berkembang," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima redaksi.
Pernyataan ini relevan dengan kondisi pasar modifikasi Indonesia yang kini tidak hanya mengejar tenaga besar, tetapi juga memperhatikan aspek keandalan jangka panjang. Bagi pemilik mobil yang sudah menginvestasikan dana puluhan hingga ratusan juta rupiah untuk mesin dan kelistrikan, sistem pemadam otomatis bisa menjadi lapisan pengaman terakhir yang krusial.
Meski konsepnya menarik, ada beberapa catatan yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan memasang sistem ini:
RFK dengan Heat Seeking Technology-nya menawarkan pendekatan yang lebih proaktif dibandingkan APAR konvensional. Untuk konteks balap atau kendaraan harian dengan modifikasi berat yang rawan overheat, sistem seperti ini bisa menjadi nilai tambah yang signifikan dari sisi keselamatan.
Namun, keputusan untuk membeli sebaiknya ditunggu sampai RFK membeberkan detail lengkap di IMX 2026. Yang jelas, kehadiran mereka menandakan bahwa industri pendukung otomotif di Indonesia mulai serius menggarap aspek keselamatan, bukan hanya performa dan estetika.