BANTEN — Kementerian Kesehatan Federal Sudan menargetkan 11 juta anak menerima vaksin polio oral tipe 2 pada Oktober–November 2026. Kampanye ini menyasar anak-anak di 17 negara bagian, termasuk wilayah Darfur dan Kordofan Barat yang aksesnya terhambat konflik sejak 2023.
Sudan mengonfirmasi keberadaan virus polio pada enam anak dan tiga sampel air limbah sepanjang 2026. Penularan varian virus tersebut mulai terdeteksi pada Desember 2024, sementara layanan imunisasi rutin melemah akibat konflik berkepanjangan.
Kampanye nasional digelar dalam dua putaran. Putaran pertama dibagi dua fase: 26–29 Oktober menyasar 6 juta anak di 107 lokasi pada 12 negara bagian, lalu 5 juta anak di 79 lokasi di lima negara bagian Darfur dan Kordofan Barat pada minggu pertama November.
Siapa yang Terlibat dalam Kampanye Vaksinasi Polio Sudan
Kementerian Kesehatan Federal Sudan memimpin pelaksanaan dengan dukungan WHO, UNICEF, dan sejumlah mitra. Petugas kesehatan serta relawan diterjunkan untuk menjangkau rumah tangga, termasuk di daerah yang sulit diakses.
Menteri Kesehatan Federal Sudan, Dr. Heitham Mohammed Ibrahim, menegaskan tujuan kampanye ini.
"Kampanye vaksinasi massal ini bertujuan untuk meningkatkan kekebalan setiap anak terhadap virus polio guna melindungi mereka dari wabah yang sedang berlangsung," kata Ibrahim.
Ia juga memuji dedikasi petugas kesehatan yang tetap menjangkau setiap rumah tangga meski menghadapi tantangan keamanan dan akses.
Mengapa Anak-Anak Sudan Rentan Terhadap Polio
Konflik yang berlangsung bertahun-tahun membuat layanan kesehatan masyarakat terganggu, termasuk imunisasi rutin. Anak-anak pun makin rentan terhadap penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dengan vaksin.
Perwakilan WHO di Sudan, Abdinasir Abubakar, menyebut perlindungan terhadap polio kini makin mendesak.
"Di negara di mana konflik telah mengganggu layanan kesehatan penting dan menyebabkan banyak anak tidak mendapatkan vaksinasi rutin, melindungi anak-anak dari polio menjadi lebih mendesak dari sebelumnya," ujarnya.
WHO berkomitmen mendukung otoritas kesehatan dan petugas lapangan menjangkau anak-anak di daerah terpencil untuk menghentikan penyebaran virus.
Peran UNICEF dan Koordinasi Lintas Negara
Pelaksana Tugas Perwakilan UNICEF di Sudan, Angela Kearney, menekankan bahwa tidak ada anak yang seharusnya menderita penyakit yang dapat dicegah lewat vaksinasi.
"Kampanye ini memberi kita kesempatan penting untuk melindungi jutaan anak dari polio, termasuk mereka yang paling rentan karena konflik yang sedang berlangsung," kata Kearney.
Upaya vaksinasi juga dikoordinasikan dengan negara tetangga. Chad, Ethiopia, dan Sudan Selatan menjalankan kampanye serupa pada Oktober–November untuk menjangkau populasi yang berpindah-pindah di antara keempat negara.
Petugas vaksinasi ditempatkan di titik transit sepanjang perbatasan Sudan untuk memvaksinasi anak-anak dari kelompok populasi tersebut.
Kapan Orang Tua Perlu Waspada
Polio menular terutama melalui air dan makanan yang terkontaminasi, serta dapat menyebabkan kelumpuhan permanen. Anak yang belum menerima imunisasi lengkap, termasuk dosis rutin yang terlewat, berada pada risiko tertinggi.
Bagi keluarga di wilayah terdampak, manfaatkan kesempatan vaksinasi saat petugas datang ke rumah. Bila anak menunjukkan gejala seperti demam, lemas mendadak, atau kesulitan berjalan, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat.
Kampanye ini menargetkan kekebalan kolektif di tengah sistem kesehatan yang rapuh. Dukungan masyarakat—membuka pintu bagi petugas vaksinasi dan membawa anak ke titik layanan—menjadi kunci agar 11 juta anak benar-benar terlindungi.