Pencarian

Wagub Banten Buka Porsadin VII di Lebak, Soroti Peran Madrasah Diniyah Bentuk Karakter Santri

Senin, 02 November 2026 • 07:16:02 WIB
Wagub Banten Buka Porsadin VII di Lebak, Soroti Peran Madrasah Diniyah Bentuk Karakter Santri
Wagub Banten Achmad Dimyati Natakusumah membuka Porsadin VII Tingkat Provinsi Banten 2026 di Universitas La Tansa Mashiro, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

LEBAK — Porsadin VII Tingkat Provinsi Banten 2026 resmi dibuka di Universitas La Tansa Mashiro, Rangkasbitung, Minggu, 1 November 2026. Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah hadir langsung membuka kegiatan yang mempertemukan 202 peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Banten.

Dalam sambutannya, Dimyati menegaskan bahwa pendidikan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) berperan strategis membentuk generasi yang unggul secara intelektual sekaligus memiliki budi pekerti luhur. Menurutnya, empat hal yang harus dimiliki anak-anak adalah cerdas otak, bersih hati, jernih pikiran, dan luhur budi pekerti.

Empat Bekal yang Harus Diajarkan Sejak Dini

Dimyati menjelaskan, keempat kemampuan itu tidak muncul sendirinya. Semua harus diajarkan melalui pendidikan yang terarah, dan di sinilah madrasah diniyah mengambil peran.

"Berilmu artinya cerdas otaknya. Orang yang hatinya bersih memiliki pikiran yang jernih, sedangkan berakhlak berarti luhur budi pekertinya. Keempat hal ini yang akan menolong kita kelak, tetapi untuk mencapainya harus diajarkan. Oleh karena itu, madrasah diniyah takmiliyah hadir," katanya.

Melalui MDT, para santri tidak hanya dilatih membaca Al-Qur'an. Mereka juga dibimbing memahami, menghayati, hingga mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.

Bekal Warga Banten Saat Berinteraksi di Lingkungan Luas

Dimyati menilai setiap kabupaten dan kota di Banten perlu menyediakan fasilitas pendidikan agama yang memadai bagi anak-anak. Kemampuan membaca Al-Qur'an dan memahami ajaran agama menjadi bekal penting ketika masyarakat Banten berinteraksi di lingkungan yang lebih luas.

"Dari pengalaman, saat orang lain tahu bahwa kita berasal dari Banten, biasanya kita akan diminta untuk memimpin doa, bahkan berkhotbah. Di sinilah letak pentingnya peran madrasah diniyah takmiliyah," ujarnya.

Selain menekankan pendidikan agama, Dimyati mengapresiasi Porsadin sebagai wadah pengembangan bakat, kemampuan, dan kreativitas santri. Ia berharap kegiatan serupa diperbanyak, tidak hanya di tingkat provinsi tetapi juga di seluruh kabupaten dan kota.

"Saya menyambut baik Porsadin ini. Perbanyak festival lomba seperti ini agar anak-anak kita sehat dan cerdas. Meski tingkat kabupaten/kota, jika diundang, saya akan datang," tuturnya.

Guru MDT di Banten Terbanyak Kedua di Indonesia

Ketua DPW Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Provinsi Banten Muhsinin menyebut jumlah guru MDT di Banten merupakan yang terbanyak kedua di Indonesia. Di Kabupaten Serang saja terdapat lebih dari 5.000 guru MDT, belum termasuk ribuan guru lain yang tersebar di kabupaten dan kota lainnya.

"Melalui madrasah diniyah takmiliyah, kita berupaya membentuk generasi yang Qurani," ujar Muhsinin.

14 Cabang Lomba, dari Tahfiz hingga Lari Sprint

Porsadin VII Banten 2026 mempertandingkan 14 cabang perlombaan. Cabang keagamaan meliputi tahfiz Juz Amma, musabaqah qiraatil kutub, cerdas cermat diniyah, pidato bahasa Indonesia dan Arab, serta musabaqah tilawatil Quran.

Selain bidang keagamaan dan seni, panitia juga menggelar cabang olahraga: lari sprint 100 meter, bulu tangkis tunggal, dan tenis meja tunggal. Ada pula perlombaan selawat dan azan.

Porsadin diharapkan tidak berhenti sebagai ajang kompetisi. Kegiatan ini didorong menjadi jalan lahirnya generasi santri yang berprestasi, berkarakter, dan memiliki pemahaman agama yang kuat.

Follow www.lensabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarbanten.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks