Pencarian

AS Kunci Akses 17 Ladang Minyak Venezuela, Skema Sewa Jadi Andalan

Jumat, 28 Agustus 2026 • 16:02:31 WIB
AS Kunci Akses 17 Ladang Minyak Venezuela, Skema Sewa Jadi Andalan
Menteri Energi AS Chris Wright dijadwalkan mengunjungi Caracas pekan depan terkait pembahasan kesepakatan minyak bilateral.

BANTEN — Washington dan Caracas dikabarkan tengah berada di tahap akhir pembahasan kesepakatan minyak yang belum pernah terjadi sebelumnya. Model "sewa" wilayah eksploitasi menjadi dasar hukum yang dipertimbangkan, sebuah skema yang tidak dikenal dalam undang-undang hidrokarbon Venezuela saat ini.

"Ini nyata dan sedang dibahas di tingkat tertinggi pemerintah AS dan Venezuela," ujar seorang sumber yang mengetahui langsung jalannya negosiasi, seperti dikutip Reuters, Jumat (28/8).

Krusialnya Sabuk Orinoco dan Danau Maracaibo

Daftar yang beredar mencakup 17 ladang, dari wilayah eksplorasi baru di Sabuk Orinoco hingga ladang-ladang tua di Danau Maracaibo. Sebagian aset tersebut saat ini masih dioperasikan perusahaan kecil asal China berdasarkan kontrak yang diteken era Nicolas Maduro.

Venezuela memang memiliki cadangan minyak mentah terbesar di dunia. Namun, konstitusi negara itu menempatkan kegiatan inti industri minyak di tangan negara, dan aturan mainnya tidak mengenal skema sewa. Reformasi undang-undang perminyakan yang baru hanya membuka ruang lewat perusahaan patungan dan kontrak bagi hasil.

Para ahli memperingatkan, tanpa perubahan konstitusi, kesepakatan ini berpotensi memicu gugatan hukum dan persoalan konstitusional yang berkepanjangan. Selama puluhan tahun, Venezuela juga membatasi perusahaan asing untuk mencatat cadangan minyaknya sebagai aset dalam pembukuan mereka.

Tekanan Harga Bensin dan Cadangan yang Menipis

Bagi pemerintahan Trump, kesepakatan ini hadir di tengah tekanan politik domestik yang nyata. Menjelang pemilu paruh waktu akhir tahun, kenaikan harga bensin menjadi isu sensitif. Pasokan minyak yang lebih murah dari Venezuela dinilai bisa menjadi peredam gejolak harga.

Di sisi lain, Cadangan Minyak Strategis (SPR) AS berada di titik kritis. Isi cadangan darurat di gua-gua garam bawah tanah itu kini hanya sekitar 290 juta barel, atau 41 persen dari kapasitas total. Upaya pengisian kembali mandek akibat masalah pendanaan dan pemeliharaan, setelah cadangan tersebut terkuras untuk merespons invasi Rusia ke Ukraina dan perang Iran.

Kunjungan Menteri Energi dan Sikap Resmi

Menteri Energi AS, Chris Wright, dikabarkan akan mengunjungi Caracas paling cepat pekan depan, sebuah sinyal bahwa kesepakatan bisa segera ditandatangani. Gedung Putih enggan berkomentar dan mengarahkan pertanyaan ke Departemen Energi.

Hingga berita ini diturunkan, Kementerian Perminyakan Venezuela, perusahaan negara PDVSA, dan Departemen Energi AS belum memberikan tanggapan resmi. Menteri Perminyakan Venezuela, Paula Henao, juga belum dapat dihubungi untuk dimintai konfirmasi.

Produksi minyak mentah Venezuela saat ini berada di angka sekitar 1,25 juta barel per hari. Angka ini masih jauh dari kapasitas historisnya, dan suntikan investasi serta teknologi dari perusahaan Amerika diyakini menjadi kunci untuk meningkatkan output secara signifikan.

Follow www.lensabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: voi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks