BANTEN — Indra Bekti mengungkap bahwa dirinya bukan murid berprestasi semasa sekolah, dengan nilai rapor yang biasa saja dan sempat mendapat nilai merah. Pengalaman itu justru mengantarkannya ke dunia seni, dan kini ia dipercaya menjadi host acara Juara Kelas di Garuda TV. Acara kuis pendidikan itu menyasar siswa kelas 5 SD dari seluruh Indonesia.
Indra Bekti menuturkan masa lalunya saat masih duduk di bangku sekolah dalam konferensi pers Juara Kelas Indonesia di Kemendikdasmen, Sudirman, Jakarta. Ia mengaku tidak menonjol secara akademis dan lebih sering dilibatkan sekolah dalam kegiatan seni.
Menurut Indra Bekti, prestasi akademisnya tak istimewa. Bahkan, ia sempat menerima nilai merah di sejumlah mata pelajaran.
"Dulu sih aku waktu masih kecil dulu secara akademis biasa-biasa saja. Secara nilai rapor juga biasa-biasa saja, sempat dapat nilai merah juga," ungkap Indra Bekti.
Meski begitu, pria yang lama berkarier sebagai presenter dan penyiar radio itu sudah punya cita-cita jelas sejak kecil. Sementara teman-temannya bercita-cita menjadi pilot atau insinyur, ia memilih jalur hiburan.
"Yang lain pada mau jadi pilot kek, mau jadi apa misalnya insinyur gitu ya, aku bilang mau jadi artis gitu ya. Dari kecil emang udah, jadi berani tampil gitu," kata Indra Bekti.
Bakat Indra Bekti di bidang seni rupanya terlihat oleh pihak sekolah. Ia mengaku lebih sering diikutsertakan dalam lomba dan acara non-akademis ketimbang kompetisi mata pelajaran.
"Jadi malah ikutannya lebih ke seni gitu ya. Ternyata aku sering banyak sering diajak-ajak, dilibatkan untuk lebih ke acara seni gitu," sambungnya.
Pengalaman itu menjadi bekal panjangnya di industri hiburan Tanah Air, dari radio hingga layar kaca.
Kini Indra Bekti didapuk sebagai host Juara Kelas yang digagas Garuda TV. Ia menyebut format acara ini menyerupai kuis Cerdas Cermat yang ia tonton semasa kecil, dengan kemasan yang lebih menghibur.
"Dulu masih kecil nontonnya Cerdas Cermat. Nah, sekarang itu mirip-mirip seperti itu, tapi ini lebih seru karena aku bawain acaranya," ungkap Indra Bekti.
Direktur Operasional Garuda TV, Untung Pranoto, menjelaskan alasan pemilihan siswa kelas 5 SD sebagai peserta. Menurutnya, keputusan itu mengacu pada riset dan masukan dari Kemendikdasmen.
"Kelas lima SD itu paling tidak sudah menyelesaikan 90% pendidikan SD, tinggal 10% lagi," jelas Untung Pranoto.
Siswa kelas 6 tidak dilibatkan karena dikhawatirkan konsentrasinya terpecah menjelang ujian.
Peserta akan melewati seleksi regional bersama Kemendikdasmen. Mereka yang terpilih kemudian berangkat ke Jakarta untuk menjalani karantina, study tour, dan mentoring sebelum masuk rangkaian tantangan.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq menekankan tiga kunci keberhasilan yang ingin dibangun lewat acara ini.
"Diharapkan nanti adik-adik bisa cerdas secara literasi, jago secara numerasi, kuat secara karakter. Nah, itu saya kira tiga kunci keberhasilan adik-adik mengikuti kegiatan Juara Kelas ini," kata Wamen Fajar Riza Ul Haq.
Bagi Indra Bekti, menjadi host kuis pendidikan adalah cara membawa pengalaman masa sekolahnya ke layar kaca, dengan pesan bahwa prestasi akademis bukan satu-satunya jalan untuk berhasil.