Warga Tangsel Diimbau Tak Prank Layanan Darurat 112, Kelima Langkah Ini Percepat Respons Petugas

Penulis: Ujang Rahmat  •  Sabtu, 03 Oktober 2026 | 21:39:31 WIB
Kepala Diskominfo Tangsel Tb. Asep Nurdin menegaskan layanan Tangsel Siaga 112 bukan sekadar saluran telepon biasa.

Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Selatan mengimbau warga tidak menyalahgunakan layanan darurat Tangsel Siaga 112 untuk laporan palsu. Kepala Diskominfo Tangsel Tb. Asep Nurdin menegaskan keakuratan informasi, terutama titik koordinat atau alamat lokasi, sangat menentukan kecepatan petugas menangani keadaan darurat.

TANGSEL — Layanan Tangsel Siaga 112 menerima berbagai laporan keadaan darurat, mulai dari kebakaran, kecelakaan lalu lintas, kondisi medis darurat, hingga pohon tumbang. Setiap laporan yang masuk melalui sistem terpusat itu langsung diteruskan kepada perangkat daerah terkait, seperti Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan, BPBD, dan fasilitas kesehatan.

Menurut Asep, sistem tersebut dibangun untuk mempercepat koordinasi antara masyarakat dan petugas di lapangan. Penanganan disesuaikan dengan jenis kejadian dan lokasi pelaporan.

Pusat Komando Terpadu, Bukan Sekadar Saluran Telepon

Asep menyebut kehadiran Tangsel Siaga 112 merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menyediakan layanan darurat terintegrasi bagi masyarakat. Ia menegaskan layanan itu bukan saluran telepon biasa.

"Layanan ini bukan sekadar saluran telepon biasa, melainkan pusat komando terpadu yang langsung menghubungkan warga dengan instansi teknis terkait," ujarnya.

Menurutnya, layanan 112 dirancang memangkas tahapan pelaporan yang berpotensi memperlambat respons. Terutama dalam menghadapi kejadian yang butuh penanganan segera.

"Kami ingin memastikan tidak ada lagi sekat birokrasi yang memperlambat penanganan. Begitu ada laporan masuk, petugas di ruang kendali langsung berkoordinasi dengan pos terdekat di lapangan agar penanganan bisa dilakukan seketika," katanya.

Laporan Palsu Geser Fokus Petugas dari Warga yang Terancam Nyawa

Asep menyoroti risiko laporan palsu atau prank yang masuk ke sistem. Menurutnya, laporan semacam itu bisa mengalihkan perhatian petugas dari warga yang sedang menghadapi ancaman nyawa di tempat lain.

"Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan layanan ini secara bijak dan bertanggung jawab. Jangan sampai laporan palsu atau prank justru mengalihkan fokus petugas dari warga yang sedang menghadapi ancaman nyawa di tempat lain," kata Asep.

Sebagai wilayah penyangga ibu kota dengan mobilitas penduduk tinggi, Tangerang Selatan menghadapi berbagai potensi keadaan darurat. Mulai dari cuaca ekstrem yang dapat memicu pohon tumbang hingga insiden perkotaan lainnya.

Lima Langkah agar Laporan Cepat Ditindaklanjuti

Asep meminta warga tetap tenang saat menghubungi layanan darurat. Informasi yang disampaikan harus bisa diterima petugas secara jelas.

  • Jelaskan jenis kejadian secara spesifik.
  • Sebutkan informasi lokasi lengkap: nama jalan, patokan terdekat, kelurahan, dan kecamatan.
  • Sampaikan kondisi terkini secara terbuka, terutama jika ada korban jiwa, potensi bahaya lanjutan seperti kabel listrik menjuntai, atau akses jalan tertutup.
  • Tetap siaga dan jangan langsung menutup saluran komunikasi karena petugas mungkin butuh konfirmasi data tambahan selama perjalanan menuju lokasi.

"Kelima, pastikan untuk tetap siaga dan jangan langsung menutup saluran komunikasi. Petugas kami mungkin membutuhkan konfirmasi data tambahan selama perjalanan menuju lokasi," ujarnya.

Warga Kota Tangerang Selatan yang mengalami atau menyaksikan keadaan darurat dapat mengakses layanan tersebut melalui WhatsApp di nomor 081380201112 atau telepon 112 secara gratis.

Reporter: Ujang Rahmat
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top