JAKARTA — David Singleton resmi diumumkan sebagai pelatih baru Dewa United Banten untuk membesut Rio Disi dan kolega sepanjang satu musim. Perekrutan itu langsung dibarengi janji memberi ruang lebih besar bagi pemain lokal skuad berjuluk Anak Dewa tersebut. Dave, sapaan akrabnya, menilai komposisi tim selama ini terlalu bergantung pada tenaga asing.
"Saya tidak percaya Indonesia berkembang jika pemain asing mendominasi lapangan. Jika banyak pemain asing, kesempatan pemain lokal menunjukkan kemampuan akhirnya semakin berkurang," ujarnya.
Singleton mencontohkan sejumlah negara yang membatasi jumlah pemain asing hanya satu hingga dua orang per tim. Menurut dia, kebijakan itu membuat perkembangan pemain lokal di negara-negara tersebut berjalan lebih cepat.
"Kita melihat negara lain hanya memainkan dua pemain asing, bahkan satu. Perkembangan pemain lokal mereka terlihat lebih cepat," ucapnya.
Bagi pelatih asal Amerika Serikat itu, pengembangan pemain lokal bukan sekadar soal menambah menit bermain. Indonesia membutuhkan pembinaan berkelanjutan agar pemainnya mampu bersaing di level internasional.
Di sisi manajemen, CEO Dewa United Michael Oliver Wellerz memastikan komposisi pemain lokal timnya sudah lengkap. Manajemen tidak berencana merombak skuad lokal yang sudah ada.
"Pemain lokal sudah lengkap. Kami kini mencari pemain asing sesuai karakter dan gaya bermain yang dibutuhkan Dewa United," ucapnya.
Dua slot pemain asing yang masih kosong akan diisi sesuai kebutuhan taktik Singleton. Artinya, perekrutan asing kali ini tidak sekadar mengejar nama besar, tetapi menyesuaikan pola permainan yang akan dibangun.
Keputusan Dewa United memberi sinyal berbeda di tengah kebiasaan klub-klub IBL yang kerap menumpuk pemain asing. Pemain lokal Banten yang selama ini terbatas menit bermain berpeluang mendapat porsi lebih besar musim depan.
Bagi Singleton, satu musim pertamanya bersama Anak Dewa akan jadi ujian. Ia harus membuktikan bahwa memberi ruang lebih luas ke pemain lokal tidak otomatis menurunkan daya saing tim di papan klasemen.