BANTEN — Timnas voli putra Indonesia berangkat ke Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, dengan hanya 12 pemain dan tiga ofisial menyusul keterbatasan kuota kontingen. Komposisi ramping itu memaksa PBVSI meninggalkan sejumlah staf pendukung, termasuk pelatih fisik, masseur, dan fisioterapis, menjelang laga perdana melawan Thailand.
Pelepasan tim digelar di Sentul, Bogor, Kamis (24/9/2026). Ketua Umum PBVSI Imam Sudjarwo menyebut pembatasan kuota datang dari ketentuan keberangkatan kontingen Indonesia, bukan dari federasi.
"Kita hanya diberangkatkan 12 atlet, kemudian tiga ofisial. Yang lain tidak bisa dibawa," kata Imam dalam acara tersebut.
Dari tujuh personel ofisial yang semula disiapkan, hanya empat yang akhirnya masuk rombongan. Raden Adang Ginanjar Saputra menyampaikan hal itu saat menjelaskan komposisi tim.
Pelatih Fisik sampai Fisioterapis Tinggal di Tanah Air
Tenaga pendukung yang biasanya mendampingi tim sehari-hari harus dicoret dari daftar keberangkatan. Pelatih fisik, masseur, dan fisioterapis tidak ikut ke Jepang.
Padahal, kebutuhan pemulihan pemain tetap tinggi selama turnamen berlangsung. Dengan jadwal Grup B yang padat, pemulihan menjadi salah satu faktor penentu performa.
Imam menegaskan PBVSI akan memaksimalkan semua sumber daya yang tersedia. Ia juga menyebut pelatih kepala Reidel Toiran sudah menyiapkan penyesuaian.
"Dengan kemampuan ini tentu kita akan maksimalkan. Head coach Reidel Toiran juga akan memaksimalkan itu," ujar Imam.
Komposisi Pemain Nyaris Sama dengan Skuad AVC Cup
Skuad Asian Games 2026 masih didominasi pemain yang tampil di AVC Men's Cup 2026 di India. PBVSI hanya menambah beberapa nama untuk memperkuat tim.
"Hampir sama. Hanya ditambah beberapa orang," kata Imam.
Persiapan berjalan sejak pemusatan latihan nasional dimulai 4 Agustus 2026. Sebelum ke Jepang, tim menjalani uji coba di Kamboja pada 19-26 Agustus 2026 dan menang dua kali atas tuan rumah.
Jadwal Padat di Grup B: Thailand, Kirgizstan, Iran
Indonesia tergabung di Grup B bersama Iran, Thailand, dan Kirgizstan. Laga pembuka melawan Thailand digelar 27 September, disusul Kirgizstan pada 28 September dan Iran sehari setelahnya.
Tiga pertandingan dalam tiga hari berturut-turut menuntut rotasi cerdas dari Toiran. Tanpa fisioterapis dan masseur di bench, beban menjaga kondisi pemain bertambah berat.
PBVSI tetap memasang target tinggi. Posisi tiga besar Asian Games 2026 menjadi bidikan meski tim berangkat dengan jumlah personel terbatas.