BANTEN — Beras fortifikasi mengandung vitamin B1, B12, asam folat, zat besi, dan zinc yang ditambahkan khusus untuk melengkapi gizi keluarga. Sayangnya, cara mencuci yang asal remas dan bilas berulang kali bisa membuat sebagian vitamin tersebut larut bersama air. Simak panduan mencuci yang benar berikut ini.
Beras fortifikasi dirancang untuk memberi tambahan zat gizi mikro bagi keluarga, terutama vitamin dan mineral yang sering kurang dalam pola makan harian. Namun, perlakuan sebelum memasak ikut menentukan apakah tambahan nutrisi itu sampai ke meja makan atau justru terbuang.
Mengapa Beras Fortifikasi Perlu Perlakuan Khusus
Beras fortifikasi mengandung lima komponen gizi yang ditambahkan, yaitu vitamin B1, vitamin B12, asam folat, zat besi, dan zinc. Kelima komponen inilah yang membedakannya dari beras biasa.
Pakar Gizi Universitas Andalas Dr Syahrial, SKM, M.Biomed menjelaskan, kandungan mikronutrien dalam beras fortifikasi dapat berkurang saat proses pencucian. Vitamin B1, vitamin B12, dan asam folat disebut sebagai komponen yang paling rentan.
"Cara mencuci beras yang benar itu seperti apa? Tidak diremas, tapi dituang air, kemudian dibolak-balik seperti itu aja, kemudian airnya dibuang. Satu kali saja cukup untuk mempertahankan komponen vitamin tadi itu," jelas Syahrial kepada detikcom, Jumat (18/9/2026).
Cara Mencuci Beras Fortifikasi yang Disarankan
Kunci utamanya ada pada gerakan dan jumlah bilasan. Beras cukup diberi air, lalu dibolak-balik perlahan sebelum air cucian dibuang.
- Cukup satu kali pencucian, tidak perlu diulang berkali-kali.
- Jangan meremas atau menggosok butiran beras.
- Gunakan gerakan membolak-balik yang lembut.
- Segera buang air cucian setelah selesai.
Pencucian berulang atau dengan cara meremas berpotensi mengurangi kandungan vitamin yang ditambahkan. Beras bersentuhan langsung dengan air, sehingga semakin lama dan semakin kasar prosesnya, semakin besar pula nutrisi yang larut.
Zat Besi dan Zinc Lebih Tahan, Vitamin yang Perlu Dijaga
Mineral seperti zat besi dan zinc relatif lebih stabil dibanding vitamin. Keduanya terikat kuat sehingga lebih tahan terhadap proses pengolahan.
Perbedaan sifat inilah yang membuat vitamin jadi komponen paling perlu diperhatikan. Selain pencucian, pemanasan saat memasak juga dapat menurunkan kandungan vitamin, meski besarnya perubahan perlu dibuktikan lewat penelitian yang membandingkan kandungan sebelum dan sesudah pemasakan.
Jangan Andalkan Satu Jenis Pangan Saja
Beras fortifikasi bisa jadi salah satu sumber tambahan zat gizi mikro dalam pola makan sehari-hari. Meski begitu, kebutuhan vitamin dan mineral tidak cukup dipenuhi dari satu jenis pangan.
Syahrial mengingatkan, sumber nutrisi tetap harus beragam. Vitamin juga perlu didapat dari buah, sayur, dan bahan pangan lain agar asupan gizi keluarga lebih lengkap.
Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memasak
Jika di rumah memakai beras fortifikasi, ubah kebiasaan mencuci beras yang biasa dilakukan. Hindari meremas, hindari bilasan berulang, dan cukup satu kali bolak-balik.
Kebiasaan kecil ini berpengaruh pada asupan gizi anak dan keluarga. Untuk kebutuhan gizi khusus, misalnya pada anak yang sulit makan atau kondisi medis tertentu, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi agar pola makan tetap sesuai.
Mencuci beras fortifikasi tidak perlu ribet. Cukup tuang air, bolak-balik perlahan, buang airnya, lalu masak. Dengan cara ini, tambahan vitamin dan mineral yang sudah ada di dalam beras bisa lebih terjaga sampai tersaji di piring keluarga.