TANGERANG — Sebanyak 25 dari 28 pemilik bidang tanah di Desa Cirarab, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, menyetujui nilai ganti rugi untuk pembangunan Jalan Tol Serpong–Balaraja. Kesepakatan itu dicapai dalam musyawarah penetapan bentuk ganti kerugian yang digelar Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang, Kamis 20 Agustus 2026 lalu.
Musyawarah tersebut dihadiri 26 pihak yang berhak. Satu pihak yang hadir menyatakan tidak menyetujui nilai ganti kerugian, sedangkan dua pihak lainnya tidak menghadiri undangan.
Dua Pemilik Tanah Akan Dijadwalkan Ulang
Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang akan menjadwalkan ulang musyawarah untuk dua pihak yang belum hadir, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Langkah ini diambil untuk tetap memberikan kesempatan bagi para pemilik tanah menyampaikan keberatan atau kesepakatannya sebelum proses pengadaan tanah dilanjutkan ke tahap berikutnya.
Penolakan Diselesaikan Lewat Konsinyasi ke Pengadilan
Bagi satu pihak yang tidak menyetujui nilai ganti rugi, penyelesaiannya akan ditempuh melalui mekanisme penitipan ganti kerugian di Pengadilan Negeri, atau yang dikenal dengan istilah konsinyasi.
Kepala Seksi Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan pada Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang, Amirsyah, menegaskan bahwa proses ini merupakan bagian dari tahapan pengadaan tanah untuk memastikan pemberian ganti rugi berjalan sesuai aturan hukum.
"Serta tetap memperhatikan hak dan kepentingan pihak yang berhak," ujarnya, Minggu 22 Agustus 2026.
Dukungan Infrastruktur di Kabupaten Tangerang
Amirsyah menyampaikan bahwa pengadaan tanah ini dilakukan untuk mendukung pembangunan Jalan Tol Serpong–Balaraja sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur di Kabupaten Tangerang.
"Kami berkomitmen mendukung pembangunan Jalan Tol Serpong–Balaraja sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur di wilayah Kabupaten Tangerang," pungkasnya.
Proyek tol ini diharapkan memperlancar arus distribusi dan mobilitas warga di kawasan Serpong hingga Balaraja, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah timur Kabupaten Tangerang.