Pencarian

Pabrik Bahan Baku Aluminium Pertama di Indonesia Resmi Beroperasi di Cilegon, Target Tekan Impor 50.000 Ton per Tahun

Kamis, 20 Agustus 2026 • 18:17:01 WIB
Pabrik Bahan Baku Aluminium Pertama di Indonesia Resmi Beroperasi di Cilegon, Target Tekan Impor 50.000 Ton per Tahun
Pabrik bahan baku aluminium pertama di Indonesia resmi beroperasi di Cilegon, Banten, pada 19 Agustus 2026.

CILEGON — Langkah strategis hilirisasi industri aluminium nasional memasuki babak baru. PT Dongsuh Chemical Cilegon (DCC) resmi mengoperasikan pabrik pengikat pitch ter batu bara (CTP Binder) pertama di Indonesia yang berlokasi di Cilegon, Banten, pada 19 Agustus 2026. Fasilitas ini dirancang memproduksi 50.000 ton CTP Binder dan 38.000 ton minyak kreosot per tahun.

Kehadiran pabrik ini menjadi jawaban atas ketergantungan panjang industri dalam negeri terhadap pasokan impor material utama pembentuk anode karbon untuk peleburan aluminium. Dengan kapasitas produksi tersebut, stabilitas pasokan bahan baku diharapkan lebih terjamin dan daya saing sektor manufaktur nasional meningkat.

Rantai Pasok Domestik dari Hulu ke Hilir

Dalam struktur produksinya, DCC memanfaatkan bahan baku berupa pitch lunak (soft pitch) yang dihasilkan PT Krakatau Poschem Dongsuh Chemical (KPDC). Integrasi antara kedua perusahaan ini menciptakan ekosistem rantai pasok domestik yang terhubung erat, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat ketahanan industri nasional.

Ketua Dongsuh Chemical Group Jang Yeol Jeon menegaskan bahwa peresmian ini bukan sekadar penyelesaian pembangunan fasilitas produksi. Ia menyebutnya sebagai titik awal membangun rantai pasok material utama yang mampu mendukung pertumbuhan industri aluminium Indonesia.

"Peresmian ini bukan sekadar penyelesaian pembangunan sebuah fasilitas produksi, melainkan menjadi titik awal dalam membangun rantai pasok material utama yang mampu mendukung pertumbuhan industri aluminium Indonesia," kata Jang Yeol Jeon di Cilegon, Banten.

Dukungan Penuh Pemkot Cilegon dan Harapan bagi Warga

Wali Kota Cilegon Robinsar menyambut baik hadirnya investasi ini. Ia menilai kehadiran DCC sejalan dengan agenda hilirisasi pemerintah pusat karena mampu meningkatkan nilai tambah komoditas dan mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

"Tadi seperti Bapak Dirjen sampaikan bahwa PT Dongsuh Chemical Cilegon ini juga dalam rangka hilirisasi yang menjadi Asta Cita Bapak Presiden Prabowo. Tentunya ini sangat baik karena sumber daya alam kita sangat banyak dan melimpah, tetapi hari ini belum maksimal. Dengan adanya PT Dongsuh ini juga bisa meningkatkan nilai komoditas agar tidak melulu impor dan menambah nilai ekonomis," ujarnya.

Robinsar juga menyampaikan permintaan tegas agar keberadaan industri baru ini memberikan ruang bagi pelaku usaha dan tenaga kerja lokal. Ia meminta prioritas penyerapan tenaga kerja diberikan kepada warga Kota Cilegon.

"Kami berharap tolong libatkan pengusaha lokal kami dan ketika ada kebutuhan employment ataupun penyerapan tenaga kerja, tolong diprioritaskan warga Kota Cilegon. Insyaallah kami tidak kalah bersaing," tegas Robinsar.

Fondasi Pengembangan Produk Masa Depan

DCC memproyeksikan lini bisnis CTP Binder ini sebagai fondasi utama pengembangan produk bernilai tambah tinggi lainnya. Perusahaan berencana menggarap kokas hayati (biocoke) hingga material pendukung baterai kendaraan listrik di masa mendatang.

Pemerintah Kota Cilegon memastikan kesiapan memberikan dukungan penuh terhadap investasi yang berkembang di daerah. "Kami akan support, mendukung, dan mendoakan agar PT Dongsuh Chemical Cilegon semakin maju dan memberikan manfaat untuk masyarakat Kota Cilegon," pungkas Robinsar.

Follow www.lensabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: banten.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks