LEBAK — Musyawarah Provinsi VII Kadin Banten menetapkan Amal Jayabaya sebagai ketua untuk lima tahun ke depan setelah seluruh tahapan pemilihan dilalui sesuai mekanisme organisasi. Penetapan berlangsung di hadapan sejumlah pejabat daerah dan pengurus Kadin dari kabupaten/kota.
Forum itu dihadiri Gubernur Banten Andra Soni, Kapolda Banten Irjen Hendra Kurniawan, Wakil Ketua Umum Kadin Mulyadi Jayabaya, Wakil Ketua Umum Kadin Erwin Aksa, serta Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah. Para ketua Kadin kabupaten/kota se-Provinsi Banten turut hadir dalam agenda lima tahunan tersebut.
Ketua Penyelenggara Muprov VII Kadin Banten Agus R Wisas menyatakan hanya Amal yang menyerahkan berkas persyaratan sebagai calon ketua. Kondisi itu membuat pemilihan tidak memerlukan pemungutan suara antarkandidat.
"Tidak ada yang mendaftar, calon tunggal. Alhamdulillah, Muprov berjalan lancar tanpa ada kendala," kata Agus.
Menurut Agus, pemilihan ketua merupakan agenda utama Muprov VII. Seluruh tahapan telah dilaksanakan dan hasilnya hanya memunculkan satu nama.
"Tahapan-tahapannya sudah dilalui dan hasilnya hanya terdapat calon tunggal, yakni Pak Amal Jayabaya," ujarnya.
Amal menegaskan komitmennya memperkuat peran Kadin dalam mendorong pertumbuhan dunia usaha, terutama meningkatkan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah agar naik kelas. Program peningkatan UMKM, menurutnya, tidak boleh berhenti pada wacana.
"Ini adalah periode kedua saya. Saya ingin meningkatkan UMKM naik kelas. Bukan hanya narasi saja, bukan omon-omon saja, tapi harus bukti nyata. Kadin bukan hanya milik saya sendiri, tetapi menjadi milik semua pengusaha yang tergabung dalam Kadin," kata Amal.
Ia memandang Kadin memiliki posisi strategis sebagai jembatan komunikasi dan kolaborasi antara pengusaha dan pemerintah. Organisasi itu dinilai harus mampu menciptakan iklim investasi yang kondusif sekaligus membuka peluang usaha lebih luas di Banten.
Amal bertekad memperluas keterlibatan pengusaha besar untuk menanamkan modal di Provinsi Banten. Sejumlah nama pengusaha nasional yang bernaung di Kadin disebutnya sebagai pintu masuk penarikan investasi.
"Kadin ini luas, banyak para pengusaha besar yang bernaung di dalam organisasi Kadin, salah satunya ada Pak James Riady, Pak TW (Tomy Winata), dan Pak Aguan (Sugianto Kusuma). Dengan begitu, saya akan lebih menginterpretasikan lagi di periode kedua untuk bisa menarik mereka berinvestasi di Provinsi Banten," ujarnya.
Menurut Amal, tantangan dunia usaha ke depan semakin kompleks. Mulai dari peningkatan daya saing industri, penguatan UMKM, perluasan kesempatan kerja, hingga peningkatan keterlibatan pengusaha lokal dalam rantai pasok industri dan investasi.
Kadin, lanjutnya, tidak cukup hanya menjalankan program yang diminta pemerintah. Organisasi pengusaha itu harus mampu membangun kolaborasi dan menghadirkan gagasan yang memberi manfaat bagi perekonomian daerah.
"Makanya saya bilang tidak harus apa yang diminta oleh pemerintah. Tapi bagaimana Kadin bisa berkolaborasi dengan pemerintah. Salah satunya menaikkan UMKM naik kelas," tegasnya.
Kepengurusan Amal bersama jajaran Kadin Banten periode 2026-2031 akan menentukan arah kebijakan dunia usaha di provinsi itu, termasuk realisasi janji peningkatan kapasitas UMKM dan penarikan investasi dari pengusaha nasional.