Bitcoin Berpeluang Lanjut Naik di Oktober, Level US$83.000 Jadi Penentu Arah Pasar

Penulis: Pandu Wibisono  •  Jumat, 02 Oktober 2026 | 07:16:01 WIB
Pergerakan harga Bitcoin di pasar kripto pada perdagangan pekan ini.

JAKARTA — Bitcoin menutup September dengan posisi yang lebih kuat dibanding beberapa bulan sebelumnya. Data CoinMarketCap pada Senin (28/9) menunjukkan BTC diperdagangkan sekitar US$83.400, turun sekitar 1,2 persen dalam 24 jam terakhir. Meski begitu, dalam 30 hari terakhir harganya masih menguat sekitar 7,5 persen.

CEO sekaligus Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai konsolidasi jangka pendek setelah reli panjang adalah hal wajar. Menurut dia, yang perlu dicermati investor adalah kemampuan harga bertahan di sekitar level support terdekat.

"Setelah reli yang cukup kuat, konsolidasi atau koreksi jangka pendek merupakan bagian yang wajar dari pergerakan pasar. Area US$83.000 menjadi menarik untuk diperhatikan. Selama Bitcoin mampu bertahan di sekitar level tersebut, struktur kenaikan jangka pendek masih relatif terjaga dan peluang untuk kembali menguji level yang lebih tinggi tetap terbuka," ungkap Yudho.

Area US$82.900–US$83.000 Jadi Support Kunci

Dari sisi teknikal, rentang US$82.900–US$83.000 dipandang sebagai support penting memasuki Oktober. Selama area itu bertahan, Bitcoin masih berpeluang kembali menguji level US$88.600 hingga US$92.200.

Sebaliknya, penurunan konsisten di bawah US$83.000 dapat membuka ruang koreksi menuju sekitar US$81.600. Setelah itu, area rata-rata 50 pekan di kisaran US$78.700 kembali menjadi perhatian pasar.

Yudho menegaskan koreksi tidak selalu menandai berakhirnya tren naik. Pasar, kata dia, justru butuh periode konsolidasi untuk mengurangi leverage dan membentuk basis harga yang lebih sehat.

"Perlu dibedakan adalah koreksi normal dan perubahan tren. Penurunan singkat di bawah US$83.000 belum otomatis mengubah outlook menjadi bearish. Namun, jika harga gagal kembali ke area tersebut dan tekanan jual meningkat, pasar perlu mulai memperhitungkan kemungkinan konsolidasi yang lebih dalam," jelas Yudho.

ETF Bitcoin Catat Inflow Mingguan Terbesar Sejak Oktober 2025

Permintaan dari investor institusional masih menjadi penopang prospek Bitcoin. ETF Bitcoin di Amerika Serikat mencatat net inflow sekitar US$2,4 miliar sepanjang pekan yang berakhir 25 September. Angka itu menjadi inflow mingguan terbesar sejak Oktober 2025.

Arus dana tersebut bahkan membuat posisi net flow ETF Bitcoin sepanjang 2026 kembali positif. BlackRock IBIT menjadi kontributor terbesar dengan sekitar US$1,2 miliar inflow selama sepekan, disusul Fidelity FBTC sekitar US$701,7 juta.

Secara keseluruhan, spot Bitcoin ETF mencatat tujuh hari perdagangan berturut-turut dengan arus masuk positif hingga 25 September. Bagi Yudho, sinyal itu menunjukkan demand institusional masih menjadi salah satu fondasi penting pemulihan Bitcoin.

"Arus dana ETF memberikan sinyal bahwa demand institusional masih menjadi salah satu fondasi penting dalam pemulihan Bitcoin. Akan lebih konstruktif lagi apabila inflow tetap bertahan ketika harga bergerak sideways atau mengalami koreksi, karena itu menunjukkan investor tidak sekadar mengejar momentum kenaikan," kata Yudho.

Bitcoin sebelumnya sempat menembus US$86.000 dan menyentuh level tertinggi dalam delapan bulan pada pekan lalu. Reli itu terjadi bahkan setelah The Fed menaikkan suku bunga, ditopang arus dana ETF, short covering, dan membaiknya sentimen terhadap aset berisiko.

Jadwal Data Makro AS yang Bakal Guncang Pasar

Arah Bitcoin pada Oktober tetap berpotensi ditentukan kondisi makro Amerika Serikat. The Fed pada 16 September menaikkan suku bunga 25 basis poin menjadi 3,75–4,00 persen dengan alasan inflasi masih tinggi.

Pasar kripto selanjutnya menanti laporan tenaga kerja AS untuk September pada 2 Oktober. Setelah itu menyusul rilis risalah FOMC pada 7 Oktober, data inflasi konsumen atau CPI pada 14 Oktober, dan pertemuan kebijakan The Fed pada 27–28 Oktober.

Kombinasi agenda tersebut, menurut Yudho, membuat Oktober berpotensi tetap menjadi bulan dengan volatilitas tinggi.

"Pasar saat ini sudah melewati satu kenaikan suku bunga, tetapi pertanyaan berikutnya adalah apakah The Fed masih perlu mempertahankan sikap agresif. Data tenaga kerja dan inflasi Oktober akan sangat menentukan ekspektasi tersebut. Jika tekanan inflasi mulai mereda tanpa pelemahan ekonomi yang tajam, kondisi itu dapat memberikan ruang lebih baik bagi aset berisiko termasuk Bitcoin," terangnya.

Di sisi lain, inflasi yang kembali meningkat atau sinyal pengetatan lanjutan dari The Fed dapat mendorong yield obligasi AS naik. Kondisi itu berpotensi membuat investor kembali bersikap defensif dan menekan harga aset berisiko.

Prospek Masih Konstruktif Selama Support Utama Bertahan

FLOQ melihat prospek Bitcoin memasuki Oktober masih konstruktif selama harga mampu menjaga struktur support utama dan permintaan institusional tetap kuat. Level US$83.000 menjadi area pertama yang perlu dipertahankan.

Jika Bitcoin kembali mendapatkan momentum di atas level tersebut, peluang menguji US$88.600 hingga US$92.200 tetap terbuka. Namun, kegagalan bertahan di atas support dapat memperpanjang fase konsolidasi dan menekan harga ke area lebih rendah.

Reporter: Pandu Wibisono
Sumber: jejaknarasi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top