TANGERANG — Aroma masakan khas Nusantara kini memenuhi area parkir timur Summarecon Mall Serpong (SMS). Kawasan yang biasanya dipenuhi deretan kendaraan itu berubah menjadi arena pesta kuliner bertajuk "Satu Jalur Seribu Rasa – Lintas Sumatera" sejak 13 Agustus hingga 13 September 2026.
Puluhan stan berjajar menawarkan hidangan dari berbagai penjuru Pulau Sumatera. Pengunjung yang datang seolah memulai perjalanan kuliner dari Lampung hingga Aceh tanpa harus meninggalkan Tangerang.
Suasana Sumatera sudah terasa sebelum pengunjung mencicipi makanan. Penyelenggara mendirikan gerbang bergaya arsitektur Minang di pintu masuk area festival.
Miniatur Jam Gadang, rumah adat, hingga dekorasi 3D tipografi turut memperkuat nuansa perjalanan lintas provinsi tersebut. Panggung musik juga disiapkan sebagai pusat hiburan di tengah keramaian stan kuliner.
Dari ratusan pilihan menu, panitia memberikan label "Autentik" kepada 13 tenant yang menyajikan hidangan khas dengan bahan baku berasal langsung dari daerah asalnya. Berikut daftar lengkapnya:
Di balik setiap stan, tersimpan cerita para pedagang yang membawa identitas daerah asalnya. Salah satunya Uda Pay, pemilik Cindua Winata, yang harus melewati proses seleksi ketat sebelum resmi berjualan di festival ini.
"Dari empat pedagang cendol, Alhamdulillah saya bisa terpilih. Untuk bisa sejajar dengan para pengusaha kuliner lainnya bukan hal yang mudah karena sebelumnya ada proses seleksi," ujar Uda Pay.
Untuk menjaga cita rasa, Uda Pay sengaja mendatangkan bahan-bahan mentah dari kampung halamannya. Padi ketan muda untuk bahan ampiyang dan gula aren menjadi dua komoditas utama yang ia bawa langsung dari Sumatera.
Upaya tersebut berbuah manis. "Untuk weekday bisa 70–80 cup, sementara weekend bisa mencapai 100–150 cup," ungkapnya.
Festival Kuliner Serpong bukan ajang baru. Sejak pertama kali digelar pada 2011, acara ini konsisten menghadirkan kekayaan kuliner Nusantara kepada masyarakat Jabodetabek.
Bagi pengunjung, tantangan utamanya justru sederhana: menentukan hidangan mana yang akan dicicipi pertama kali dari puluhan stan yang tersedia. Meja dan kursi yang disediakan panitia memungkinkan pengunjung menikmati makanan bersama keluarga atau teman sambil ditemani alunan musik dari panggung utama.