BANTEN — Dua tim besar langsung mengunci posisi teratas klasemen MPL ID S18 pada hari pertama. EVOS dan Alter Ego sama-sama mengamankan kemenangan tanpa balas, memanfaatkan kekacauan komposisi roster lawan yang masih dalam tahap adaptasi.
Laga pembuka antara EVOS dan RRQ Hoshi menjadi magnet utama dengan menembus 1,33 juta peak concurrent viewers. Perhatian penonton tertuju pada debut Jonard Cedrix "Demonkite" Caranto, pemain pinjaman dari Aurora Gaming PH yang datang dengan status juara dunia M7.
Masuknya Demonkite memaksa Arthur "Sutsujin" Sunarkho pindah ke Gold Lane untuk pertama kalinya sepanjang karier profesionalnya. Transisi role ini langsung dieksploitasi EVOS yang tampil agresif di area jungle, membuat Demonkite kesulitan mengembangkan permainan sejak menit awal.
Koordinasi tim EVOS yang rapi dan kontrol objektif yang disiplin memastikan Macan Putih menutup laga dengan net game +2. Kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi jajaran pelatih RRQ untuk merapikan komunikasi tim sebelum pekan berikutnya.
Pada pertandingan kedua, Alter Ego menunjukkan kesiapan matang menghadapi NAVI. Persiapan intensif jelang Asian Games 2026 terbukti mendongkrak kematangan strategi mereka.
Muhammad Affan "Yazukee" Wahyudi, jungler andalan yang membawa Alter Ego menjadi runner-up M7, tampil dominan. Ia menggunakan hero Assassin Jungle terbaru, Hirara, yang rilis Juni 2026 sebagai senjata utama untuk eksekusi rotasi cepat dan finishing.
NAVI tak mampu membalas tekanan Alter Ego dan harus menyerah 0-2 di laga perdana mereka. Sementara itu, kemenangan ini menempatkan EVOS dan Alter Ego di puncak klasemen, sedangkan RRQ Hoshi dan NAVI harus rela berada di papan bawah.
Hasil hari pertama membuka banyak pertanyaan, terutama bagi RRQ Hoshi dan NAVI. Kedua tim wajib segera melakukan evaluasi menyeluruh sebelum laga pekan berikutnya, khususnya dalam hal adaptasi transisi role pemain dan koordinasi tim.
Bagi EVOS dan Alter Ego, kemenangan ini menjadi modal berharga untuk menjaga momentum di sisa musim reguler MPL ID S18.