KABUPATEN TANGERANG — Kasat Lantas Polresta Tangerang Kompol Fery Oktaviari Pratama memimpin langsung kegiatan di lapangan. Petugas memeriksa kelengkapan kendaraan sekaligus memberi edukasi keselamatan kepada pengendara yang melintas.
Operasi kali ini mengusung tema "Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman, dan Berkeselamatan". Sasaran utamanya bukan sekadar penindakan, tetapi perubahan kebiasaan pengendara di jalan raya.
Tujuh Pelanggaran yang Jadi Sasaran Operasi
Petugas memprioritaskan sejumlah pelanggaran yang dinilai paling sering memicu kecelakaan. Rinciannya:
- Pengendara tidak menggunakan helm berstandar SNI
- Pengendara tanpa SIM
- Tidak memenuhi ketentuan administrasi STNK
- Melawan arus lalu lintas
- Melanggar rambu lalu lintas
- Menggunakan ponsel saat berkendara
- Pengemudi roda empat tidak memakai sabuk pengaman
Pemeriksaan kelengkapan kendaraan dilakukan bersamaan dengan penyuluhan di titik operasi. Pengendara yang kedapatan melanggar langsung diminta memperbaiki administrasi maupun perlengkapan berkendaranya.
Kepatuhan Diminta Jadi Kebiasaan, Bukan Hanya Saat Ada Petugas
Fery menegaskan operasi ini bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap aturan lalu lintas. Menurutnya, kepatuhan seharusnya lahir dari kesadaran sendiri, bukan karena takut diperiksa.
"Jelas harapan kami, melalui operasi ini masyarakat semakin memahami pentingnya tertib berlalu lintas. Kami ingin kepatuhan menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya ketika ada petugas yang melakukan pemeriksaan," ujar Fery.
Operasi Patuh Maung 2026 sendiri sudah berjalan sejak 26 Oktober 2026. Pelaksanaannya tersebar di sejumlah titik di wilayah hukum Polresta Tangerang, termasuk kawasan padat kendaraan seperti Cikupa.
Target Akhir: Tekan Angka Kecelakaan di Wilayah Polresta Tangerang
Selain meningkatkan kedisiplinan pengendara, operasi ini diarahkan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas. Data kecelakaan menjadi acuan evaluasi selama 14 hari pelaksanaan.
Polresta Tangerang berharap kesadaran dan kepatuhan warga dalam berlalu lintas meningkat setelah operasi berakhir. Kondisi jalan yang aman dan berkeselamatan disebut sebagai hasil akhir yang ingin dicapai.