Gubernur Banten Andra Soni menegaskan keselamatan transportasi bukan rutinitas administratif, melainkan tanggung jawab moral yang harus dijaga seluruh pemangku kepentingan. Penegasan itu disampaikan saat mencanangkan September sebagai Bulan Keselamatan Transportasi di Cilegon. Ia meminta insan perhubungan berani menghentikan operasi ketika kondisi tidak aman.
CILEGON — Gubernur Banten Andra Soni menekankan bahwa keselamatan transportasi tidak boleh diperlakukan sebagai kewajiban administratif semata. Menurutnya, keselamatan adalah tanggung jawab moral yang melekat pada setiap insan perhubungan. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan di Cilegon, Jumat.
"Satu hal yang sangat mendasar, dalam transportasi, keselamatan tidak pernah boleh menjadi rutinitas administratif terhadap sistem yang kita bangun dan kita awasi. Keselamatan adalah tanggung jawab moral," kata Andra.
Insan Perhubungan Diminta Berani Hentikan Operasi Jika Tidak Aman
Andra menjelaskan, tanggung jawab moral itu mencakup keberanian menghentikan operasi ketika keadaan dinilai tidak aman. Namun penghentian operasi harus disertai langkah cepat mencari alternatif. Tujuannya agar mobilitas warga dan distribusi logistik tetap berjalan.
Ia juga menyoroti kesiapan jajaran perhubungan dalam menghadapi situasi darurat. Berbagai peristiwa disebut membutuhkan respons cepat, dari kebakaran hutan dan lahan hingga gempa bumi.
"Jajaran perhubungan yang harus siaga merespons berbagai situasi darurat, mulai dari kebakaran hutan dan lahan, gempa bumi, erupsi Gunung Anak Krakatau, hingga kecelakaan penerbangan dan pelayaran," ujarnya.
Transportasi Dinilai Bukan Sekadar Urusan Infrastruktur
Menurut Andra, peran transportasi jauh lebih luas dari sekadar pembangunan infrastruktur. Sektor ini mempertemukan keluarga, membuka lapangan kerja, dan membawa bahan pangan. Transportasi juga menggerakkan industri hingga menghadirkan negara sampai ke wilayah 3T.
Ia merujuk arahan Presiden Prabowo Subianto soal pentingnya konektivitas antara pusat produksi dan permukiman. Konektivitas itu dinilai dapat menurunkan biaya angkut dan biaya logistik serta memperluas pemerataan pembangunan.
"Presiden Prabowo Subianto juga telah menegaskan pentingnya konektivitas antara pusat-pusat produksi dan permukiman untuk menurunkan biaya angkut dan biaya logistik, serta memperluas pemerataan pembangunan," katanya.
Transformasi Digital Harus Berujung pada Pelayanan Nyata
Andra mengingatkan agar transformasi digital di sektor perhubungan menghasilkan dampak yang terukur. Pemanfaatan teknologi harus bermuara pada perjalanan yang lebih aman dan sistem logistik yang lebih tertib.
Meski teknologi terus berkembang, ia menilai kualitas pelayanan publik tetap menjadi faktor utama. Menurutnya, kecanggihan teknologi tidak menggantikan tanggung jawab terhadap keselamatan.
"Tanggap terhadap kebutuhan masyarakat, tangguh menghadapi tantangan, serta bertanggung jawab terhadap keselamatan dan keamanan jasa perhubungan harus terlihat dalam cara kita bekerja setiap hari," ujarnya.
September Dicanangkan sebagai Bulan Keselamatan Transportasi
Sebagai langkah konkret, Andra mengajak seluruh insan perhubungan di Banten menjadikan September sebagai Bulan Keselamatan Transportasi. Pencanangan itu dimaksudkan sebagai titik awal membangun budaya keselamatan yang berlangsung sepanjang tahun.
"Bulan ini kita canangkan sebagai awal untuk membangun budaya keselamatan yang lebih kuat sepanjang tahun," katanya.