SERANG — Fasilitas parkir kendaraan siswa SMPN 1 Carenang kembali disediakan di dalam area sekolah. Musyawarah yang digelar Minggu (13/9/2026) itu dihadiri Kepala SMPN 1 Carenang, dewan guru, komite sekolah, serta wali murid. Semua pihak sepakat tempat parkir tetap berada di lingkungan sekolah.
Alasan Parkir Dikembalikan ke Dalam Sekolah
Kepala SMPN 1 Carenang Supadiyo Raharjo menyebut penyediaan parkir di dalam sekolah awalnya merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban siswa. Sekolah sebelumnya menghadapi persoalan siswa bolos hingga tawuran.
Kendaraan siswa difasilitasi diparkir di dalam agar aktivitas mereka lebih mudah diawasi.
"Kalau pihak sekolah itu cuma memfasilitasi. Kemarin itu kan banyak yang bolos, tawuran. Supaya pembelajaran kondusif dan tertib, maka difasilitasilah siswa parkir di dalam," kata Supadiyo.
Infak Rp1.000 Tidak Dipaksakan, Wali Murid Bebas Memilih
Sekretaris Komite SMPN 1 Carenang Ujang menegaskan pemberian infak untuk parkir tidak diwajibkan. Wali murid bebas menentukan nominal sesuai kemampuan, termasuk tidak memberikan infak.
"Boleh seratus, dua ratus, lima ratus ataupun seribu rupiah. Atau tidak memberi infak parkir pun tidak apa-apa," ujar Ujang.
Ketua Komite SMPN 1 Carenang H. Ata Sumarta menyatakan dana yang terkumpul dari infak wali murid akan diarahkan untuk mendukung penyediaan fasilitas parkir.
"Jadi uang infak yang sifatnya sukarela dan tidak dipaksakan ini akan dibikin tempat parkir yang layak," katanya.
Kanopi hingga Kekhawatiran Wali Murid
Ata menambahkan fasilitas parkir tersebut akan terus dikembangkan. Wali murid menginginkan tempat parkir yang? aman dan layak bagi kendaraan siswa.
"Hasil kesepakatan wali murid berkaitan dengan parkir kendaraan siswa, wali murid bersepakat dan masih ingin dilanjutkan adanya tempat parkir yang layak, agar kendaraan ini kalau musim panas tidak kepanasan dan musim hujan tidak kehujanan," ujarnya.
Salah seorang wali murid, Syaiful, mengaku tidak keberatan dengan infak tersebut. Menurutnya nominal Rp1.000 masih tergolong ringan.
"Saya tidak keberatan dengan iuran itu. Bahkan komite memaksimalkan itu seribu rupiah dan kalaupun ditingkatkan bagi saya tidak apa-apa," kata Syaiful.
Ia menyebut dana infak akan digunakan untuk mendukung pembangunan fasilitas parkir, salah satunya berupa kanopi. Syaiful juga sempat khawatir ketika sebelumnya ada edaran yang melarang siswa membawa kendaraan dan memarkirkannya di lingkungan sekolah.
"Saya khawatir dengan anak saya sendiri, kemudian harus penjemputan. Akan tetapi kalau sekarang sudah diterapkan kembali, saya sangat setuju sekali," ungkapnya.
Dengan hasil musyawarah itu, fasilitas parkir kendaraan siswa SMPN 1 Carenang tetap dilanjutkan di dalam lingkungan sekolah. Pemberian infak untuk mendukung fasilitas parkir ditegaskan bersifat sukarela dan tidak dipaksakan.