Sebanyak 324 penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, kembali beroperasi setelah seluruh wilayah terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) dinyatakan aman. Normalisasi layanan ini berlangsung bertahap sejak penutupan operasional pada Minggu (6/9) lalu.
TANGERANG — Geliat operasional Bandara Soetta kembali mengalir deras. Hingga Selasa sore, tercatat 324 penerbangan telah dilayani, terdiri atas 208 rute keberangkatan dan 116 kedatangan. Angka ini menjadi sinyal pemulihan setelah bandara terpaksa menutup operasionalnya akibat sebaran abu vulkanik.
Pernyataan resmi disampaikan Assistant Deputy Communication & Legal Bandara Soetta, Yudistiawan. Ia mengonfirmasi bahwa seluruh wilayah penerbangan, termasuk koridor menuju Medan dan Aceh, telah dinyatakan aman. Status ini merujuk pada Notice to Airmen (NOTAM) terbaru yang terbit.
"Semua wilayah sudah dibuka. Berbagai wilayah, termasuk Medan dan Aceh, semuanya sudah aman," ujarnya di Tangerang, Selasa.
Lonjakan Aktivitas dan Proyeksi Pergerakan Pesawat
Pemulihan ini langsung mendorong lonjakan aktivitas di bandara tersibuk di Indonesia tersebut. Data pusat kendali bandara memproyeksikan total pergerakan pesawat hingga akhir hari nanti bisa menembus angka 896 penerbangan.
Dari sisi jumlah penumpang, estimasi sementara menyebutkan angka 113.000 orang akan bergerak melalui terminal domestik maupun internasional pada hari yang sama. Angka ini menunjukkan tingginya animo masyarakat untuk kembali terbang setelah jeda operasional.
"Kami mencatat lonjakan aktivitas yang signifikan seiring normalisasi penerbangan," kata Yudistiawan.
Prosedur Ketat Sebelum Operasional Kembali Dibuka
Keputusan membuka kembali operasional tidak diambil tanpa persiapan matang. Manajemen bandara menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi pertimbangan utama sebelum seluruh sistem dinyatakan laik beroperasi.
Serangkaian tindakan preventif telah dijalankan secara periodik. Petugas kebersihan dikerahkan untuk membersihkan landas pacu, taxiway, dan apron dari sisa debu vulkanik yang menumpuk selama masa penutupan.
"Secara periodik membersihkan area runway, taxiway, hingga apron dari sisa debu atau abu vulkanik. Kemudian kelayakan penerbangan juga diwajibkan memastikan armada yang digunakan telah melalui pengecekan menyeluruh dan aman untuk terbang sesuai instruksi Kementerian Perhubungan," ungkapnya.
Imbauan untuk Calon Penumpang Terdampak
Bagi calon penumpang yang jadwalnya sempat tertunda akibat penutupan, pihak bandara memberikan panduan khusus. Mereka yang memilih opsi penjadwalan ulang diminta untuk tidak bergegas datang ke bandara sebelum memastikan status penerbangan terbaru.
"Bagi penumpang yang memilih opsi reschedule, diimbau untuk memantau jadwal terbaru yang telah didaftarkan. Sedangkan bagi penumpang yang telah mengonfirmasi keberangkatannya hari ini, dipersilakan untuk langsung hadir ke Bandara Soekarno-Hatta," kata Yudistiawan.
Pihaknya mengingatkan agar para penumpang senantiasa memantau informasi resmi dari maskapai maupun kanal komunikasi bandara untuk mendapatkan kepastian jadwal keberangkatan masing-masing.