Pencarian

UNTIRTA Serius Dukung SMK Go Global 2026, Siapkan Lulusan Banten Jadi Pekerja Migran Profesional

Kamis, 27 Agustus 2026 • 15:33:32 WIB
UNTIRTA Serius Dukung SMK Go Global 2026, Siapkan Lulusan Banten Jadi Pekerja Migran Profesional
UNTIRTA berpartisipasi dalam kick off program SMK Go Global 2026 yang digelar Kementerian P2MI di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

SERANG — Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) resmi menjadi bagian dari kolaborasi nasional untuk menyukseskan program SMK Go Global 2026. Program yang diinisiasi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) ini dirancang untuk mencetak calon pekerja migran Indonesia (PMI) yang tidak hanya terampil, tetapi juga siap bekerja di sektor formal dan profesional di luar negeri.

Kick off program digelar serentak pada Rabu (26/8/2026), dengan kegiatan utama dipusatkan di Balai Diklat Industri (BDI) Jakarta. Acara tersebut diikuti secara luring dan daring oleh pemerintah daerah, lembaga pendidikan, lembaga pelatihan, hingga perguruan tinggi dari berbagai wilayah Indonesia, termasuk Banten.

Bekal yang Disiapkan untuk Lulusan SMK

Program ini tidak sekadar pelatihan singkat. Materi pembekalan mencakup peningkatan kompetensi teknis, kemampuan bahasa asing, sertifikasi kompetensi, penguatan etos kerja, hingga pemahaman mendalam tentang budaya kerja di negara tujuan.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin menegaskan, pelindungan terhadap pekerja migran harus dimulai dari hulu, jauh sebelum mereka berangkat ke luar negeri.

"Pelindungan itu mulai dari hulu sampai ke hilir. Salah satu bentuk pelindungan adalah bagaimana kita meningkatkan kapasitas agar sumber daya manusia yang akan kita kirim betul-betul sudah mempunyai skill atau keterampilan," ujarnya.

Target Negara Tujuan dan Peluang Kerja

Pemerintah mendorong agar pekerja migran Indonesia tidak lagi hanya mengisi sektor informal. Ke depan, mereka diarahkan untuk mengisi pekerjaan formal yang membutuhkan keterampilan menengah hingga tinggi.

Sejumlah negara dengan peluang penempatan terbuka antara lain Jepang, Korea Selatan, Jerman, Malaysia, Singapura, Turki, dan beberapa negara di kawasan Eropa. Program ini sekaligus dimanfaatkan untuk menangkap peluang bonus demografi Indonesia.

Mukhtarudin mengingatkan, keberhasilan program tidak diukur dari jumlah peserta atau serapan anggaran. Indikator utamanya adalah kesiapan peserta memasuki pasar kerja internasional.

"Bukan hanya ada pelatihan dan anggarannya terserap. Mereka harus betul-betul memiliki kompetensi dan sertifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan serta siap untuk bekerja," katanya.

Peran Strategis UNTIRTA di Banten

Keterlibatan UNTIRTA menjadi penting dalam membangun ekosistem peningkatan kapasitas calon pekerja migran di Provinsi Banten. Sebagai perguruan tinggi negeri, UNTIRTA berkomitmen mendukung upaya kolaboratif pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang terampil, adaptif, profesional, dan memiliki daya saing global.

Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga pelatihan, dunia industri, dan mitra penempatan diharapkan mampu memperluas akses kerja bagi tenaga kerja Indonesia di luar negeri. Selain membuka akses kerja, program ini diharapkan memberikan dampak sosial dan ekonomi, serta memperkuat kesejahteraan pekerja migran dan keluarganya.

Dengan penguatan kompetensi sejak tahap awal, calon pekerja migran Indonesia diharapkan tidak hanya siap bekerja di luar negeri, tetapi juga mampu berkontribusi dan bersaing di tingkat global. Program ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan migrasi kerja yang aman, terampil, profesional, dan terlindungi.

Follow www.lensabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekbisbanten.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks