Sebanyak 2.700 wisatawan dari Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat memadati permukiman masyarakat Badui di pedalaman Kabupaten Lebak pada Selasa (25/8) hingga Rabu (26/8). Mereka datang untuk menikmati panorama alam pegunungan sekaligus memburu buah durian khas Badui yang tengah musim panen.
LEBAK — Gelombang kunjungan saba budaya ke permukiman masyarakat Badui di Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, melonjak tajam di tengah musim panen durian. Sekretaris Desa Kanekes, Medi, mencatat ribuan pengunjung memadati kawasan adat tersebut hanya dalam dua hari terakhir.
Para wisatawan datang dalam rombongan keluarga, pasangan, hingga komunitas. Mereka menempuh perjalanan kaki menembus hutan dan jalan setapak untuk mencapai kampung-kampung Badui, salah satunya Kampung Kadu Gajah yang berjarak sekitar tiga kilometer dari jalan utama.
Durian Badui Jadi Magnet Wisatawan dari Jakarta dan Tangerang
Kusni, pengunjung asal Jakarta, mengaku sengaja membawa rombongan menginap satu malam di pemukiman Badui untuk melepas kepenatan ibu kota. "Kami bersama rombongan berjalan kaki menebus hutan dan jalan setapak menuju pemukiman Badui di Kampung Kadu Gajah sangat melelahkan, meski sepanjang tiga kilometer, namun setelah makan durian kelelahan hilang," katanya.
Ia menuturkan panorama alam Badui yang masih asli memberikan ketenangan dan kenyamanan yang sulit ditemukan di perkotaan. Topografi pemukiman yang berada di perbukitan dan pegunungan justru menjadi tantangan tersendiri bagi para pengunjung.
Harga Durian Badui Capai Rp 100 Ribu per Butir
Sandra (17), warga Tangerang, datang bersama rombongan komunitas untuk melihat langsung kehidupan masyarakat adat. Ia membeli durian dengan harga bervariasi, mulai Rp 30 ribu hingga Rp 100 ribu per butir.
"Kehidupan masyarakat Badui luar biasa dengan kesederhanaan mampu menjaga alam, sehingga memberikan pelajaran bagi masyarakat untuk mencintai alam agar tidak rusak," ujar Sandra. Rombongannya menginap di pemukiman Badui dan baru kembali ke Tangerang pada Kamis (27/8) pagi.
Panen Durian Dorong Perekonomian Warga Badui
Medi menyebutkan kehadiran ribuan pengunjung berdampak positif bagi perekonomian masyarakat Badui. Pendapatan warga cenderung meningkat seiring dengan musim panen durian yang sedang berlangsung.
"Kami merasa bersyukur adanya pengunjung saba budaya itu dipastikan membawa dampak positif bagi masyarakat Badui, terlebih pendapatan ekonomi cenderung meningkat seiring panen durian," kata Medi.
Durian Badui dikenal memiliki keunggulan rasa legit, aroma kuat, manis, dan daging buah yang tebal. Ciri khas ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang datang dari luar daerah untuk membawa pulang buah khas pedalaman Lebak tersebut.