BANTEN — Direktur Distribusi PT PLN (Persero) Arsyadany Ghana Akmalaputri disebut bakal dilantik Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebagai Direktur Jenderal Ketenagalistrikan pada Senin (2/11). Posisi itu strategis karena memegang kebijakan pembinaan usaha, keselamatan, dan pengembangan infrastruktur kelistrikan nasional.
Kursi Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM kabarnya akan diisi sosok dari internal PLN. Arsyadany Ghana Akmalaputri, yang sejak 18 Juni 2025 menjabat Direktur Distribusi PLN, disebut masuk dalam rencana pelantikan yang disiapkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Pelantikan kabarnya dijadwalkan Senin (2/11).
Posisi tersebut bukan jabatan pelengkap. Dirjen Ketenagalistrikan merumuskan sekaligus menjalankan kebijakan pemerintah di sektor listrik, mulai dari pembinaan dan pengawasan usaha, pengembangan sistem dan teknologi, keselamatan ketenagalistrikan, hingga aspek lingkungan.
Arsyadany bukan nama baru di PLN. Kariernya dimulai pada 2006 sebagai Terampil Utama SCADA Teknologi Informasi di PLN Area Pengatur Distribusi Bali. Dari situ ia naik ke sejumlah posisi strategis: Manajer Area Pengatur Distribusi Jawa Tengah, Manajer Unit Pelaksana Pengatur Distribusi Jawa Timur, lalu Senior Manager Perencanaan PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat.
Jalur kariernya kemudian melebar ke komunikasi korporat dan manajemen. Ia pernah menjabat Vice President Public Relations, Executive Vice President Stakeholder Management dan BoD Support, serta Executive Vice President Umum dan Aset Properti PLN. Puncaknya, pada 18 Juni 2025, ia diangkat sebagai Direktur Distribusi melalui keputusan pemegang saham perusahaan.
Dari sisi pendidikan, Arsyadany lulus S1 Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Surakarta pada 2004 dan menyelesaikan S2 Manajemen Bisnis di Universitas Diponegoro pada 2017. Ia juga mengikuti program pengembangan kepemimpinan di Queensland University (2016) dan Harvard Business School (2023). Pada 2024, ia memperoleh kualifikasi Insinyur Profesional Utama dari Persatuan Insinyur Indonesia.
Beban kerja di depan tidak ringan. Sektor ketenagalistrikan menghadapi sejumlah agenda strategis: peningkatan rasio elektrifikasi, pemerataan infrastruktur listrik, pengembangan energi baru terbarukan, penguatan jaringan transmisi dan distribusi, serta integrasi pembangkit energi bersih ke sistem kelistrikan nasional.
Kombinasi pengalaman Arsyadany di pengelolaan jaringan distribusi dan manajemen korporat dinilai relevan dengan tantangan itu. Distribusi adalah ujung tombak layanan PLN ke pelanggan, sekaligus titik temu antara pasokan pembangkit dan kebutuhan rumah tangga serta industri.
Jika benar terlaksana, pelantikan Arsyadany memindahkan seorang praktisi distribusi ke kursi regulator. Artinya, kebijakan ketenagalistrikan ke depan berpeluang lebih dekat dengan persoalan lapangan: kualitas jaringan, keandalan pasokan, dan kesiapan sistem menampung energi terbarukan.
Bagi PLN, ini berarti satu kursi direksi kosong yang perlu diisi. Bagi publik, yang dipertaruhkan adalah arah kebijakan listrik dalam beberapa tahun ke depan, termasuk target pemerataan infrastruktur dan transisi energi. Konfirmasi resmi soal pelantikan masih ditunggu dari Kementerian ESDM.